Find Us On Social Media :

3 Alasan Mengapa Variety Show Indonesia Kalah Pamor Dari Variety Show Korea

By Kama, Rabu, 15 Maret 2017 | 20:33 WIB

1 Night 2 Days

Laporan wartawan Grid.ID, Ria Theresia

Grid.ID – Running Man adalah salah satu contoh kesuksesan variety show korea di Indonesia.

Acara televisi yang bahkan sudah melebarkan sayapnya di China ini memiliki fanbase yang besar di Indonesia.

Bagi penggemar variety show ini pasti ingat betul kalau salah satu acara televisi kita di Indonesia pernah berusaha menjiplak variety show ini.

BACA JUGA: ( 9 Variety Show Korea Yang Ngetop di Bulan Maret? Peringkat Ke-6 Running Man Lho..)

Jadi sebenarnya apa sih masalah yang yang sedang dihadapi variety show Indonesia sekarang?

Kenapa pamor variety show Indonesia kalah di banding variety show di Korea, ya?

1. Variety show Korea punya konten yang fresh dan beragam

Dibanding konten variety show Indonesia yang hanya berpusat pada tema traveling, talkshow dan musik, variety show Korea lebih banyak memiliki konten yang menarik.

Variety show yang memiliki konten yang fresh misalnya The Return of Superman di mana para ayah yang juga public figur dalam mengasuh anak selama 48 jam.

Sekelompok public figure yang menjalani kehidupannya di tengah hutan di Law of the Jungle.

Atau kalau kamu mau tahu gimana latihan yang dijalani seleb cowok Korea selama wajib militer, kamu bisa nonton Real Man.

BACA JUGA: (Jelang Wajib Militer, Kwanghee Malah Usulkan Suho EXO Gantikan Dirinya di ‘Infinity Challenge’, Setujukah Kamu?)

2. Variety show di Korea Selatan bersifat informatif sedang variety show Indonesia lebih banyak berfokus pada candaan dan konflik

Variety show di Korea Selatan seperti contohnya Hello Conselour memberikan solusi psikologis bagi warga Korea Selatan yang memiliki masalah dengan keluarganya, teman atau kerabat.

Acara ini dibawakan dengan sangat unik mengundang bintang tamu dan berusaha menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

Di acara ini kamu bisa belajar bagaimana menghadapi kakak yang mau seenaknya aja, berteman dengan orang-orang yang suka clubbing dan lain-lain.

Variety show lain yang bersifat informatif adalah Abnormal Summit, variety show ini berusaha mengumpulkan opini dari orang-orang dari negara lain yang kini sudah tinggal di Korea tentang suatu masalah. Keren, yes?

Sedang variety show di Indonesia lebih banyak berpusat pada konflik seperti halnya percintaan dan masalah artisnya.

Padahal masalah hidup kan nggak gitu-gitu saja yah ladies?

BACA JUGA: (5 Rahasia di Balik Kesuksesan Infinite Challenge Jadi Best Variety Show Korea 10 Tahun Berturut-turut)

3. Bintang tamu variety show di Korea Selatan dipilih secara selektif

Tidak seperti di Indonesia, bintang tamu yang sedang tersandung konflik atau skandal seketika meninggalkan kesan yang buruk di depan publik sehingga publik langsung menyerang dan memboikot acara televisi yang menggunakan si public figure.

Hal ini pernah terjadi saat Joo Joon Young membintangi Law of the Jungle.

Sesaat setelah menjalani syuting Law of the Jungle, ia diterpa kasus hidden camera bersama mantan pacarnya.

Sontak program ini langsung memboikot setiap scene yang ada Joo Joon Young nya. Kasian, yah?

Ia juga bahkan pernah keluar dari variety show 1 Night 2 Days gara-gara masalah ini padahal pada saat itu belum jelas apakah ia bersalah atau tidak.

Untungnya, sekarang Joo Joon Young udah balik ke 1 Night 2 Days.

Hal ini berbanding terbalik dengan di Indonesia, di mana public figure yang tengah tertimpa skandal langsung menjadi incaran banyak program televisi.(*)