Selain itu masalah lainnya terletak di cara berkomunikasi gaya baru yang sulit untuk ditinggalkan.
Apabila awal tahun 2000-an kita masih menggunakan SMS dan telepon untuk berkomunikasi, kini chat seperti WhatsApp menjadi salah satu cara berkomunikasi utama.
Sayangnya Nokia 3310 tidak bisa menggunakan fitur ini.
Di sisi lain telepon genggam ini dapat menggunakan surel dan sosial media Twitter untuk berkomunikasi.
Kelebihan lainnya terletak pada produk kuat seperti Nokia di masa lampau.
Sebut saja baterai yang bisa kuat hingga satu bulan tanpa diisi ulang.
Sebenarnya Nokia 3310 juga dapat digunakan sebagai telepon kedua karena praktis dan tangguh.
Setelah menghentikan kerja sama dengan Microsoft, Nokia menemukan rekan baru berupa HMD Global.
Ini adalah sebuah perusahaan perangkat keras yang kini menjual gawai atas nama perusahaan Finlandia ini.
Indonesia sendiri masih menyediakan layanan 2G dan belum memiliki rencana konkrit untuk mengakhirinya.
Namun saat Noia 3310 rilis, pertanyaan sederhana pun muncul.
Apakah kamu rela meninggalkan smartphone dan berganti ke jenis telepon seperti ini?