Grid.ID - Teror bom yang meledak dalam konser Ariana Grande di Manchester Arena, Senin atau Selasa (23/5/2017) waktu Indonesia, terus menimbulkan keprihatinan.
Ini juga menunjukkan bahwa teror masih terus menghantui, setidaknya di Inggris.
Sebelumnya, publik Inggris sudah dibuat prihatin oleh teror penyiraman air keras di kelab malam Mangle, London, Inggris, pertengahan April lalu.
Saat itu tak ada korban tewas. Namun, teror itu dinilai kejam dan menebar ketakutan.
Polisi hingga kini belum bisa mengungkap teror itu, kecuali menangkap pengusaha muda, Arthur Collins, yang dicurigai sebagai penyiram air keras.
Kini, teror lebih besar terjadi di saat penyanyi pop Amerika Serikat, Ariana Grande, menggelar konsernya.
(BACA JUGA: BREAKING NEWS: Konser Ariana Grande Dibom, 20 Tewas)
(BACA JUGA: Ini Video Detik-detik Usai Ledakan di Area Konser Ariana Grande)
Berikut fakta-fakta teror bom dalam konser Ariana Grande di Manchester Arena, Senin atau Selasa (23/5/2017).
1. Konser Ariana bertajuk "Dangerous Woman", mengacu pada albumnya yang dirilis pada 2016, "Dangerous Woman".
2. Pada konser di Manchester Arena, Ariana Grande mampu menyelesaikan seluruh lagu dan ia bawakan dengan prima.
3. Hanya beberapa saat setelah konser Ariana Grande berakhir, muncul ledakan bom di Manchester Arena.