Find Us On Social Media :

Modal Rp 85 Ribu, Bocah SMP Jadi Kaya Raya, Bisnisnya Sederhana Tapi Tak Terpikirkan

By Aji Bramastra, Selasa, 11 Juli 2017 | 17:28 WIB

Nathan John-Baptiste

GRID.ID - Sedikit demi sedikit akhirnya menjadi gunung.

Ya, kesabaran dan ketelatenan jadi spirit dalam sukses berwirausaha.

Petuah itu memang banyak dilakukan oleh para pengusaha sukses.

Tapi siapa sangka, seorang bocah ABG 15 tahun asal Inggris, akhirnya juga jadi kaya raya berkat menerapkan prinsip itu.

( BACA : Suami Minta Untuk Digugat Cerai Sarita Setelah Lebaran, Kok Malah Jadinya Seperti Ini )

Namanya adalah Nathan John-Baptiste.

Dari bocah sekolah, dia kini dikenal sebagai pengusaha sukses yang kaya raya.

Wow, bisnis apa yang dilakoni Nathan?

Sederhana saja, dia berjualan coklat dan softdrink di toilet sekolah.

( BACA : Ketika ditangkap Ammar Zoni Nggak Ngelawan, Tapi Juga Nggak Dalam Kondisi Fly Loh )

Bisnis raksasa itu diawali Nathan hanya dengan modal uang sakunya yang sebesar Rp 85 ribu saja.

Dia membelikannya sejumlah coklat dan minuman ringan.

Lalu, malam sebelum sekolah, dia mengirim pesan SnapChat kepada teman-teman sekolahnya.

Dia menulis coklat dan minuman apa saja yang bisa dipesan.

Teman-teman sekolahnya pun membelas dengan memesan lewat layanan media sosial itu.

Dari awalnya yang hanya membawa belasan coklat, Nathan bisa menjual berkotak-kotak coklat.

Tak disangka, bisnis ini jadi gurita.

Dari modal Rp 85.000, Nathan mendapat keuntungan Rp 19,7 juta setiap minggunya!

Ia bahkan bisa mempekerjakan 11 teman sekolahnya untuk menjualkan coklat tersebut.

"Aku dapat inspirasi setelah ikut ke sebuah kelas wirausaha,"

"Ada seorang pengusaha sukses, dia memberi aku saran untuk melakukan saja apa yang aku bisa, dan aku mengikutinya," kata Nathan.

Nathan sanggup mengumpulkan uang cukup banyak.

Ia dikenal suka foya-foya, seperti makan di restauran mewah.

Tapi tapi ia mengaku ia tak menghamburkan semua pendapatannya.

Ia tahu bisnisnya tak akan bertahan selamanya.

Prediksinya tepat, setelah berjalan cukup lama, pihak sekolah akhirnya menghentikan bisnis Nathan ini,

Mereka melarang Nathan untuk berjualan di toilet sekolah.

Tapi Nathan tak menyerah.

Ia mengaku akan menggunakan tabungannya untuk bermain saham dan bisnis properti. (*)