Find Us On Social Media :

Perusahaan Buka Lowongan dengan 144 Butir Telur Sebagai Bagian dari Gaji, Berminat?

By Linda Fitria, Sabtu, 17 Februari 2018 | 16:58 WIB

Begini cara simpan telur yang benar

Laporan Wartawan Grid.ID, Dewi Lusmawati

Grid.ID –  Sebuah perusahaan keamanan di Venezuela membuka lowongan pekerjaan tak biasa.

Dilansir Grid.ID dari artikel New Straits Times yang terbit pada 17 Februari 2018, selain menawarkan gaji bulanan, perusahaan juga memberikan bonus sebanyak 144 butir telur bagi calon karyawannya.

Tawaran ini muncul akibat adanya kelangkaan pangan dan kenaikan harga yang disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda negara tersebut.

Perusahaan Atlas Security, di negara bagian Zulia Barat, mencari penjaga keamanan dengan gaji bulanan 2 juta boliviar (sekitar 1 juta) ditambah bonus.

Untuk menjalankan pekerjaan tersebut, karyawan akan diberi bonus 36 butir telur setiap minggu.

(BACA : Astaga, Kelainan-kelainan Mengerikan Ini Terjadi pada Anak yang Lahir dari Pernikahan Inses)

Bonus tersebut diberikan agar karyawan mau tiba tepat waktu, tidak ketinggalan shift dan berpakaian rapi.

"Banyak yang tidak mematuhi peraturan dasar ini, itulah mengapa kami melakukan ini," kata manajer sumber daya manusia Cindy Fuenmayor. 

"Kami sudah memiliki banyak pelamar sejak kami menerbitkan iklan. Kami sedang berinovasi. Ini adalah insentif yang bagus," lanjutnya.

Ada sekitar 200 lowongan pekerjaan yang tersedia di perusahaan Atlas, kata Fuenmayor.

Lowongan ini, terutama untuk menjaga peternakan.

(BACA : Seorang Wanita Terkubur Hidup-hidup Selama 11 Hari, Saat Makamnya Dibongkar Begini Kondisinya)

Bonus makanan dan transportasi menjadi sangat penting bagi pekerja Venezuela. 

Nilai mata uang telah turun sedemikian rupa.

Venezuela juga mengalami hiperinflasi.

Negara tersebut memiliki tingkat pembunuhan tertinggi di dunia, di mana petugas keamanan sering menjadi korban kejahatan.

Presiden Nicolas Maduro menyalahkan masalah tersebut pada "perang ekonomi" yang dilakukan oleh pihak oposisi.

Sementara kritikus mengatakan pemerintahan Maduro telah menghancurkan ekonomi melalui ketidakmampuan dan korupsi.(*)