Namun, meski kasusnya sudah berada pada tahap putusan, kasus yang melibatkan pemuda kelahiran Jambi ini belum usai sepenuhnya.
Pasalnya, proses banding tengah dilakukan oleh Jaksa.
Ya, hal itu dibenarkan oleh Minister Couselor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London, Inggris, Gulfan Afero dalam program AIMAN, yang tayang pada Senin (3/2/2020) kemarin.
"Di Inggris, penjara minimal 15 tahun termasuk dalam istilah penjara seumur hidup. Reynhard divonis penjara 30 tahun, alias seumur hidup.
"Namun, sekarang jaksa tengah melakukan banding untuk menaikkan hukuman Reynhard menjadi whole-life sentence alias real hukuman seumur hidup." ungkap Gulfan.
Melansir laman Kompas.com, jika Reynhard menjalani hukuman 30 tahun, ia diperkirakan bebas bersyarat setelah menjalani masa hukuman 28 tahun penjara, dihitung sejak 2017 ia ditahan.
Dari penuturan Gulfan, maka Reynhard diperkirakanakan bebas pada 2045, saat usianya 62 tahun.
Namun, apabila banding jaksa diterima, Reynhard akan merasakan dinginnya penjara seumur hidupnya.