Find Us On Social Media :

7 Jam Sembunyi di Kebun Tebu, Jambret di Kediri Akhirnya Bonyok Setelah Dihajar Warga yang Sudah Menunggunya di Balik Tembok

By Arif Budhi Suryanto, Rabu, 29 April 2020 | 20:36 WIB

Warga bersama aparat polisi Polres Kediri Kota menyisir lokasi kebun tebu tempat persembunyian penjambret, Rabu (29/4/2020) dini hari.

Laporan Wartawan Grid.ID, Arif Budhi Suryanto

Grid.ID - Pelaku penjambretan di Jalan kapten Tandean berakhir bonyok setelah dihajar warga yang geram.

Pasalnya, aksi penjambretan yang dilakukan pelaku bersama satu rekannya pada Selasa (28/04/2020) kemarin membuat kecelakaan karambol yang melibatkan 3 sepeda motor.

Akibatnya, satu pengendara atas nama Indah, warga Lingkungan Tirtoudan, Kota Kediri, dikabarkan tewas.

Baca Juga: Bak Jatuh Tertimpa Tangga, Dua Jambret di Surabaya Babak Belur Dihajar Massa Usai Motornya Nabrak Mobil di Lampu Merah

Sementara 3 pengendara lain dikabarkan mengalami luka-luka.

Pelaku sendiri sebenarnya sempat kabur dari kejaran warga menuju sebuah kebun tebu di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri.

Di kebun tebu tersebut, pelaku berusaha sembunyi dari kejaran warga selama 7 jam.

Baca Juga: Tepok Jidat! Baru Sebentar Dibebaskan Lantaran Dapat Hak Asimilasi Corona, Napi Ini Malah Kumat Jambret Lagi dan Ngaku Tak Sadar Saat Gasak Barang Korban!

Namun, pelaku akhirnya tertangkap setelah mencoba melompat ke tembok rumah warga.

Padahal di balik tembok itu sudah menunggu warga yang siap mengeroyok pelaku hingga tubuhnya babak belur.

Namun beruntung, petugas segera datang dan menghentikan aksi main hakim sendiri ini.

Baca Juga: Tak Kuat Bayar Ongkos Taksi Online, 2 Pasangan Lesbian Tikam Sopir dengan Kunci Inggris Hingga Tewas

Pelaku pun langsung diamankan menuju Mapolres Kediri Kota.

Kabar tertangkapnya pelaku pun telah dikonfirmsi oleh Kasatreskrim Polres Kediri AKP Gusti Ananta yang malam itu memimpin jalannya penangkapan.

"Petugas menyisir kebun tebu sekitar 7 jam, kemduian tersangka keluar," katanya seperti yang dikutip dari Surya Malang.

Baca Juga: Berkursi Roda Lengkap dengan Baju Hazmat, Istri Wali Kota Tanjungpinang Saksikan Pemakaman Suaminya dari Kejauhan

Napi Asimilasi

Sebagai tambahan informasi, aksi penjambretan tak hanya terjadi di Kediri.

Seperti yang dilansir dari Tribun Jakarta, sebuah aksi penjambretan juga terjadi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (12/04/2020).

Tersangka adalah AR, seorang napi asimilasi yang baru-baru ini bebas dari lapas di Bandung.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa dan Imsakiyah Hari Kamis 30 April Ramadhan 2020 untuk Wilayah Waktu Indonesia Bagian Tengah

"Dia baru keluar dari lapas yang ada di Bandung, yang sebelumnya di Salemba, kemudian dipindah ke Bandung dan mengikuti program asimilasi," terang Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka AR tak segan-segan melukai tangan korban dengan senjata tajam yang ia bawa.

"Tersangka sempat melukai korbannya, seorang wanita yang kebetulan sedang naik angkot M15 tersebut ke arah Tanjung Priok. Dari kejadian tersebut korban mengalami luka di tangannya," terang Budhi lebih lanjut.

Baca Juga: Presiden Jokowi Bagikan Dana Rp 600 Ribu ke Warga Kurang Mampu, Catat Syaratnya!

Tersangka pun akhirnya dibekuk anggota Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara pada Sabtu (18/04/2020).

Namun, tersangka terpaksa ditembak mati karena sempat melawan petugas dengan menodongkan senjata tajam.

(*)