Laporan Wartawan Grid.ID, Corry Wenas Samosir
Grid.ID - Tio Pakusadewo dijatuhkan vonis satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena penyalahgunaan narkoba untuk kedua kalinya.
Sidang yang awalnya beragenda replik-duplik, namun majelis memutuskan untuk langsung putusan terhadap terdakwa Tio Pakusadewo.
"Tadi replik dari Jaksa terus ditanggapi sama kami, kami berpegang teguh pada pledoi kalau kita menolak tuntutan mereka. Lalu hakim ambil putusan langsung hari ini," ujar Kuasa Hukum Tio Pakusadewo, Santrawan Paparang saat dihubungi awak media, Selasa (19/1/2021).
Namun, vonis yang diberikan majelis hakim kepada Tio Pakusadewo lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum.
Sebelumnya JPU menjatuhkan tuntuntan kepada Tio Pakusadewo 2 tahun penjara.
"Putusannya satu tahun, kami (Tio Pakusadewo) sudah menjalani hukuman 10 bulan, sekarang dalam tahanan," ucap Santrawan.
Menurut Santrawan Paparang, majelis hakim sudah mempertimbangkan keputusannya itu.
Tio Pakusadewo dan kuasa hukum pun merasa dapat keadilan oleh keputusan majelis hakim.
"Pertimbangan kami putusan majelis hakim sudah memenuhi rasa keadilan bagi Tio," kata Santrawan Paparang.
"Sebab kita gak bisa hindari barang buktinya, jadi kalaupun itu biarkanlah dia (Tio) jalani pengobatan dari luar, sekitar 40 hari lagi dia sudah keluar," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, Tio Pakusadewo ditangkap di kawasan Terogong, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2020) dini hari.Dari hasil penangkapan, polisi menemukan alat isap sabu atau bong, satu bungkus kertas berisi ganja 18 gram dan satu unit telepon genggam.
Baca Juga: Kuasa Hukum Tio Pakusadewo Kecewa Penyidik yang Memeriksa Kliennya Tidak Menindaklanjuti Surat Rekomendasi Rehabilitasi dari BNNP Jakarta Penangkapan kali ini bukan yang pertama untuk Tio.
Ia pernah ditangkap polisi ketika sedang makan malam di rumahnya di Jalan Ampera I, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, pada Desember 2017.Saat digeledah, polisi menyita 1,06 gram sabu di dalam tiga bungkus plastik klip.
(*)