Find Us On Social Media :

Terjadi Bencana Tanah Longsor di Nganjuk, 10 Orang Tewas dan 9 Korban Lainnya Diduga Masih Tertimbun Tanah

By Bella Ayu Kurnia Putri, Senin, 15 Februari 2021 | 19:31 WIB

Proses evakuasi jenazah korban longsor di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, Senin (15/2/2021).

Laporan Wartawan Grid.ID, Bella Ayu Kurnia Putri

Grid.ID - Telah terjadi bencana tanah longsor di Nganjuk, Jawa Timur.

Dikutip dari SURYA.co.id, bencana itu terjadi di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Menurut Wakil Bupati Nganjuk, musibah tersebut terjadi pada Minggu (14/2/2021).

"Laporan masuk kejadian tanah longsor kami terima pukul 21.10 tadi malam dari perangkat Desa Ngetos," kata Marhaen Djumadi, Senin (15/2/2021) dikutip Grid.ID dari SURYA.co.id.

Baca Juga: Akibat Tanah Longsor, 10 Penambang Terjebak dalam Sebuah Lubang Galian di Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, 8 Orang Meninggal dan 2 Lainnya Belum Ditemukan

Bencana alam itu bermula dari hujan yang berintensitas rendah hingga tinggi yang terus mengguyur mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WIB.

Akibat hal tersebut, pada pukul 18.00 WIB, tebing di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos mengalami longsor.

Selanjutnya melansir dari Kompas.com, kurang lebih terdapat 21 korban dari bencana itu.

Pada hari ini (15/2/2021), 12 korban berhasil ditemukan.

Baca Juga: Tiga Tahun Jalin Hubungan Terlarang, Guru Olahraga Gauli Siswinya di Ruang Kepala Sekolah Hingga Check In Hotel Waktu Study Tour ke Bali

Namun, 10 di antaranya meninggal dunia serta 2 korban masih hidup dan hanya mengalami luka-luka.

Lantaran 12 korban berhasil ditemukan, petugas gabungan mulai dari BPBD, Basarnas, Tagana, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat sampai sat ini, masih berupaya mencari 9 korban lainnya yang masih belum ditemukan dan diduga masih tertimbun tanah longsor.

"Kemarin lima korban ditemukan, tiga meninggal dunia. Hari ini ada tujuh yang ditemukan kondisinya meninggal," ujar Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat kepada wartawan di lokasi, Senin (15/2/2021), dikutip Grid.ID dari Kompas.com.

“Jadi dari 21 korban, ada 12 yang ditemukan," ujar Novi Rahman Hidayat.

Baca Juga: Peresmian Fly Over Purwosari Solo Sangat Bermakna untuk Wali Kota FX Hadi Rudyatmo karena Bertepatan dengan Hari Ulang Tahunnya: Ini Mau Menangis

Rencananya, proses pencarian korban tanah longsor ini akan terus berlangsung selama 14 hari.

Sementara itu, menurut Novi, berdasarkan data terbaru yang diperoleh dari Pemkab Nganjuk, terdapat 10 rumah yang tertimbun longsor.

(*)