Find Us On Social Media :

Selain Kurangnya Aktifitas Fisik, 8 Kebiasaan Ini Juga Dapat Merusak Kesehatan Mental Manusia, Apa Saja?

By Hananda Praditasari, Selasa, 18 Mei 2021 | 15:47 WIB

Ilustrasi kesehatan mental

Laporan Wartawan Grid.ID, Hananda Praditasari

Grid.ID - Perlu kita ketahui, kesejahteraan psikologis, sosial dan emosional membentuk kesehatan mental kita.

Faktor-faktor tersebut tentu saja sangat menentukan bagaimana kita melihat, merasakan, berpikir, dan bertindak.

Tak hanya itu, mereka juga merupakan faktor penentu seberapa baik kita menangani dan mengontrol stres, kecemasan dan trauma.

Masalah kesehatan mental tidak tergantung pada usia atau jenis kelamin apa pun.

Mereka dapat ditemukan pada remaja, orang tua dan lintas jenis kelamin.

Untuk itu mari kita kenali apa saja kebiasan yang bisa menunjukkan kesehatan mental yang tidak sehat.

Dikutip dari Pinkvilla.com, Selasa (18/05/2021), berikut 9 tanda-tanda awal untuk memulai merawat diri sendiri.

Baca Juga: Luar Biasa! 4 Jus Sehat Ini Harus Dikonsumsi Setiap Hari untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

1. Penyangkalan

Kebiasaan yang paling berbahaya adalah tidak menerima bahwa kita mungkin memiliki masalah kesehatan mental.

Tentu saja, hidup dalam penyangkalan hanya akan memperburuk kesehatan mental.

Sebaliknya, bicaralah dengan seseorang yang membuat kita merasa aman dan diskusikan masalah.

Jangan takut mencari bantuan profesional!

2. Konsumsi media sosial berlebihan

Menggulir umpan media sosial selama berjam-jam dapat merusak kesehatan mental kita secara signifikan.

Baca Juga: Dilarang Keras Menggunakan Sabun Cuci Piring untuk Membersihkan 4 Hal ini, Akibatnya Bahaya Banget!

Pasalnya, kita secara tidak langsung akan membandingkan standar perfeksionisme yang ditetapkan media sosial dan itu sangat mengganggu.

3. Pola pikir negatif

Pemikiran berlebihan yang negatif dapat secara signifikan memengaruhi potensi kita untuk menciptakan hasil.

Oleh karenanya, sangat disarankan untuk manjakan diri dalam aktivitas dan percakapan dengan orang-orang yang mendorong kita untuk memiliki perspektif positif terhadap situasi kehidupan yang berbeda.

4. Perasaan bersalah, menyesal dan malu

Masalah tersebut mungkin berasal dari trauma masa kanak-kanak, pengalaman masa lalu, atau riwayat keluarga.

Mengatasi emosi ini sangat penting. Kami sangat menyarankan mencari bantuan profesional untuk menyelesaikan masalah ini.

Baca Juga: Terlanjur Jadi Makanan Favorit Banyak Orang, Ini 4 Manfaat Berhenti Konsumsi Es Krim Bagi Kesehatan, Wajib Tahu

5. Pertimbangan

Kebanyakan orang menghabiskan banyak waktu untuk menganalisis kesalahan, kegagalan, tubuh, dan segala sesuatu yang mungkin mereka lakukan.

Ingat, tidak ada orang yang awal atau terlambat dalam hidup mereka untuk mencapai impian mereka.

Setiap orang memiliki waktu dan jalannya masing-masing. Terus maju dan jangan lupa nikmati perjalanannya.

Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dalam penilaian atau perbandingan.

6. Kurangnya aktifitas fisik

Saat kita menggerakkan tubuh kita dengan cepat, sistem kita melepaskan endorfin, 'hormon bahagia'.

Baca Juga: Kalap Makan Hidangan Lebaran, Begini Cara Sederhana untuk Membakar Kalori dan Menurunkan Kolesterol

Mereka merangsang energi dan kepositifan di semua sel di tubuh kita

7. Pola tidur tidak teratur

Mengikuti rutinitas yang tepat membuat kita termotivasi secara fisik dan mental.

Namun, karena virus Corona, kebanyakan orang menderita berbagai masalah kecemasan, kemarahan, frustrasi, atau kebencian.

Kurangnya keseimbangan kehidupan kerja juga mempengaruhi kesehatan mental kebanyakan orang.

Sebelum tidur, tulis semua kekhawatiran kita dalam buku harian dan tutup. Hindari stres di tempat tidur.

8. Kebutuhan akan ketergantungan

Perasaan terus-menerus membutuhkan seseorang dapat merampas individualitas kita.

Baca Juga: Luar Biasa! Berikut 5 Manfaat Kesehatan dari Susu Kunyit dan Mengapa Kita Dianjurkan Minum Ramuan Ini Sebelum Tidur

Kebutuhan ini umumnya berasal dari sikap yang menyenangkan orang, tindakan sabotase diri.

Orang yang menyenangkan cenderung mengorbankan kebutuhan mereka untuk memenuhi permintaan orang lain, serta mempengaruhi kesejahteraan pribadi mereka.

9. Pembicaraan diri yang negatif

Cinta diri sendiri dimulai dengan pembicaraan diri yang positif.

Ingatkan diri kita yang begitu menakjubkan dan luar biasa, banggalah dengan pencapaian.

Dan tepuk punggung untuk semua hal baik yang telah kita lakukan sesekali.

(*)