Peserta dalam sebuah penelitian melaporkan berkurangnya kekakuan dan nyeri sendi.
Banyaknya manfaat cumi untuk kesehatan otomatis tak membuat kita ragu untuk mengonsumsinya.
Akan tetapi, ada kendala lain yang biasanya dialami saat mengolah cumi.
Hal tersebut adalah dagingnya yang kerap masih alot dan bumbu yang kurang meresap.
Apabila dimasak terlalu sebentar, daging cumi akan alot.
Namun, jika dimasak lama pun, cumi masih tetap alot seperti karet.
Lantas, bagaimana solusinya?
Dijelaskan oleh Chef Andreas dari Hotel Noorman Semarang melalui Kompas.com, kita bisa menggunakan tiga bahan untuk membantu cumi mudah empuk.
1. Susu segar
Telah diketahui bahwa susu banyak mengandung protein dan kalsium.
Dua senyawa ini bisa melunakkan daging cumi yang alot tersebut.
Kamu cukup potong cumi sesuai selera, lalu rendam sampai semua dagingnya tertutup.
Masukan ke dalam lemari pendingin.
Untuk hasil yang maksimal, kamu bisa menunggu minimal 12 jam.
Setelah itu, bilas dan masak dengan bumbu sesuai selera.
2. Baking soda
Bahan selanjutnya dalah baking soda.
Tidak jauh berbeda dengan penggunaan susu.
Rendamlah cumi dalam air baking soda, lalu simpan dalam lemari pendingin.
3. Air es
Terakhir ada menggunakan air es.
Caranya, cuci daging cumi dengan air jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis.
Kemudian, siapkan air mendidih dalam api sedang, masukan cumi-cumi dan tunggu sekitar 2 menit.
Setelah itu, angkat, tiriskan, dan masukan langsung cumi dalam air es.
Air es ini akan berfungsi menghentikan proses pemasakan, sehingga cumi tidak akan terlalu matang dan alot.
Sebagai saran, ketiga cara di atas bisa diaplikasikan saat mengolah cumi yang berukuran besar, ya.
(*)