Jumlah energi yang mengenai Ouchi setara dengan hiposenter bom atom Hiroshima.
Ouchi adalah orang terdekat dengan tangki, sedangkan dua rekannya berjarak sekitar empat meter.
Kecelakaan nuklir ini menjadi bencana nuklir terburuk setelah yang terjadi di Fukushima dan Daiichi.
Hal ini mengangkat rasa keprihatinan atas kurangnya pelatihan yang tepat dan langkah-langkah kemanan di pembangkit nuklir pada waktu itu.
Dalam tragedi tersebut, Ouchi terkena radiasi sebesar 17 Sievert (satuan efek biologis akibat radiasi), padahal 8 Sievert saja sudah sangat fatal.
Masing-masing dua rekan yang saat itu bersamanya, Shinohara terkena 10 Sv dan Yokokawa 3 Sv.
Awalnya Ouchi mengalami nyeri di sekujur tubuh serta mual dan kesulitan bernapas.
Ia juga kehilangan kesadaran di ruang dekontaminasi setelah muntah.
Paparan radiasi yang terjadi pada Ouchi sangat parah sehingga kromosomnya hancur dan jumlah sel darah putihnya anjlok mendekati nol.
Sebagian besar tubuhnya mengalami luka bakar parah, hingga organ bagian dalamnya pun rusak.