Laporan Wartawan Grid.ID, Silmi Nur Aziza
Grid.ID - Covid-19 tengah merebak, dan kamu harus sangat berhati-hati.
Ya, beberapa orang yang terpapar Covid-19 harus mendapatkan penangana serius di rumah sakit.
Namun, beberapa orang yang terpapar Covid-19 mungkin hanya perlu melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Selama isolasi mandiri di rumah, jelas pasien Covid-19 juga harus mendapatkan beberapa resep obat.
Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh pasien isolasi mandiri?
Ya, melansir Kompas.com, pasien isolasi mandiri harus menghindari konsumsi obat-obatan berikut ini.
Bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan pasien tanpa gejala dan gejala ringan dapat disembuhkan hanya dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imun) saja.
Maka dari itu, para pasien isoman biasanya diwajibkan untuk mengonsumsi makanan sehat dengan gizi berimbang.
Konsumsi tambahan bagi pasien isoman biasanya hanya multivitamin seperti vitamin C, vitamin D, vitamin B6, dan Zinc.
Tak hanya itu, pasien isolasi mandiri juga harus istirahat cukup, rajin berjemur, serta mengelelola emosi dan stres.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga menyarankan pasien untuk mengikuti instruksi dari tenaga kesehatan selama mengonsumsi obat.
"Jangan melakukan pengobatan sendiri dengan obat lain tanpa anjuran dari tenaga kesehatan," tegas WHO Indonesia.
Melansir Nakita.ID, berikut adalah daftar obat yang tidak direkomendasikan oleh WHO ketika menjalani isolasi mandiri.
1. Antibiotik tanpa resep dokter
WHO melarang konsumsi antibiotik tanpa adanya konsultasi dengan dokter.
Bukan tanpa alasan, pengobatan antibiotik tidak bisa bekerja pada Covid-19, lantaran penyakit ini dipicu oleh virus.
Sebaliknya, dokter pun akan meresepkan antibiotik apabila pasien Covid-19 mengalami gejala dengan infeksi bakteri.
2. Hidrosuklorokuin, Laponavir dan Ivermectin
Hidrosiklorokuin biasanya digunakan sebagai obat malaria.
Dan setelah pengujian, obat ini tidak memiliki efek positif untuk pasien Covid-19.
Laponavir merupakan obat antivirus yang digunakan untuk menangani infeksi HIV.
Namun, obat ini tidak bermanfaat untuk penyitas Covid-19.
Ivermectin merupakan obat keras yang tidak boleh dibeli tanpa resep dokter.
3. Remdesivir dan steroid
Pada zat aktif Remdesivir, indikasi pengobatan bagi pasien dewasa dan anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang telah terkonfirmasi Covid-19 dengan tingkat keparahan berat.
Sedangkan untuk steroid, obat ini harus dihindari oleh pasien isoman karena dapat menimbulkan infeksi serius.