Laporan Wartawan Grid.ID, Rissa Indrasty
Grid.ID - Wali kota Locana, Italia, membuat peraturan unik dan menarik agar pendatang mau menetap di kotanya.
Hal tersebut demi menyelamatkan kota yang sangat minim penduduk tersebut.
Melansir dariIntisari.ID, jumlah penduduk di kota tersebut semakin menyusut setiap tahunnya.
Tawaran wali kota Locana ini pun tak main-main, mereka bersedia memberikan rumah gratis ditambah dengan uang senilai 8000 pound atau sekitar Rp 140 juta.
Di samping itu, Locana juga menyajikan banyak hal menarik di kotanya.
"Locana menawarkan gaya hidup sehat, makanan lezat, dan pameran cerita rakyat sepanjang tahun," terangnya.
Meski kota ini kecil, kota ini kaya karena memiliki energi hidroelektrik yang dijual ke negara Italia.
Terletak di lokasi yang istimewa di tengah puncak gunung bersalju, Locana memiliki udara segar dan fasilitas olahraga hiburan.
Beberapa di antaranya seluncur es trekking, tempat memancing, dan panjat tebing.
Bahkan rumah-rumah tersedia gratis, Anda tinggal memilih, namun beberapa ada yang memerlukan perbaikan.
Berbanding terbalik dengan Indonesia yang penduduknya masih belum sepenuhnya sejahtera dan kesulitan memenuhi biaya hidup.
Di Indonesia, setiap daerah memiliki tingkat biaya hidup yang berbeda-beda
Badan Pusat Statistik ( BPS) merilis daerah-daerah dengan biaya hidup termahal di Indonesia.
Perhitungan biaya hidup ini didasarkan atas formula pengeluaran tertinggi per kapita.
Dikutip Grid.ID melalui Tribunnews.com, Minggu (26/9/2021), berikut ini daftar 3 daerah dengan biaya hidup termahal di Indonesia dikutip dari laman resmi BPS, Senin (14/12/2020).
Baca Juga: Mitos vs Fakta Pubertas: Wanita Saat Menstruasi Tak Boleh Menyentuh Acar, Ternyata Ini Alasannya!
1. DKI Jakarta
DKI Jakarta ditetapkan BPS sebagai daerah dengan biaya hidup paling mahal di Indonesia.
Sebagai pusat pemerintahan dan pusat bisnis menjadikan DKI Jakarta sebagai provinsi terpadat di Indonesia.
Hal ini berpengaruh pada biaya hidup yang tinggi, terutama terkait kebutuhan tempat tinggal.
Biaya hidup per kapita sebagaimana dicatat BPS di DKI Jakarta yakni sebesar Rp 2.156.112 per bulan.
"Pengeluaran bukan makanan satu orang penduduk DKI Jakarta sebanding dengan empat orang penduduk NTT," tulis BPS dalam keterangannya.
2. Kepulauan Riau
Kepulauan Riau jadi daerah dengan biaya hidup tertinggi paling mahal di urutan kedua setelah DKI Jakarta.
Seperti dicatat BPS, pengeluaran per kapita Kepulauan Riau yakni sebesar Rp 1.778.150.
Kepulauan Riau sebenarnya sudah beberapa kali masuk dalam deretan daerah dengan biaya hidup termahal di Indonesia.
Satu kota di Kepulauan Riau, Kota Batam, juga masuk dalam deretan kota dengan biaya hidup paling besar di Indonesia.
Selain dikenal sebagai kawasan surga belanja barang-barang impor, Batam juga dikenal sebagai ekonomi.
Kota ini memiliki banyak sekali perusahaan-perusahaan yang tidak hanya berskala nasional, melainkan juga multinasional.
3. Kalimantan Timur
Kalimantan Timur sudah lama dikenal sebagai satu provinsi dengan biaya hidup paling mahal.
BPS mencatat, rata pengeluaran per kapita penduduk Kalimantan Timur yakni sebesar Rp 1.617.640.
Kalimantan Timur juga masuk dalam daftar satu dari sejumlah provinsi paling kaya di Indonesia dari segi penerimaan daerah.
Ini mengingat daerah ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah.
Komoditas tambang utama dari Kalimantan Timur adalah batu bara dan minyak bumi.
Satu kota di Kalimantan Timur dengan biaya hidup paling mahal yakni Balikpapan.
(*)