Find Us On Social Media :

Masyarakat Urban Rentan Stres, Berikut 7 Cara Positif untuk Mengatasinya

By Content Marketing ADV, Kamis, 21 Oktober 2021 | 09:14 WIB

Ilustrasi stres

Sementara, penyalahgunaan narkoba termasuk tindakan kriminal di hampir seluruh negara di dunia. Bagi kesehatan pribadi, penyalahgunaan narkoba dapat memicu masalah mental sekaligus menimbulkan risiko kematian. 

Alih-alih menggunakan narkoba yang berdampak besar pada kehidupan, mengelola stres juga bisa dilakukan secara positif. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

Baca Juga: Malang Bisa Diterjang! Cek Dapur Sekarang, Jika Ogah Rumah Kebakaran Jauhkan Benda-Benda Ini dari Dekat Kompor Meski Sudah Tak Digunakan!

  1. Mensyukuri semua hal mulai dari yang paling kecil

Tanpa disadari, banyak hal kecil yang sebenarnya bermakna dalam hidup. Ketika stres melanda, kamu bisa mencari dan mencatat hal sederhana tetapi bermakna dalam hidup, contohnya mengingat kembali prestasi atau hal bahagia yang sudah kamu lalui.

Agar suasana hati lebih baik, bangunlah lebih pagi untuk berjemur di bawah sinar matahari. Sebagai informasi, paparan sinar matahari mampu memicu produksi hormon serotonin atau hormon bahagia, sehingga kamu bisa terbebas dari bad mood seharian.

  1. Rutin berolahraga

Olahraga secara teratur dapat meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh. Hormon ini berfungsi mengurangi persepsi rasa sakit sekaligus berperan sebagai penenang.

Dengan rutin berolahraga, produksi hormon endorfin pun ikut meningkat. Peningkatan hormon endorfin dapat membantu pikiran mengatasi tekanan. Dengan demikan, daya tahan terhadap stres menjadi lebih tinggi.

Baca Juga: Tabuh Genderang Perang, Nikita Mirzani Terang-terangan Minta Rachel Vennya Dijebloskan ke Penjara hingga Berikan Sindiran Menohok Ini Tanpa Ragu!

Sebagai permulaan, kamu bisa memulai olahraga selama 15-20 menit setiap hari. Setelah terbiasa, kamu bisa menambah durasinya.

  1. Menekuni hobi

Menekuni hobi dapat memberikan makna dan kesenangan. Dalam sebuat riset yang dipublikasikan oleh Annals of Behavioral Medicine (2003), diketahui bahwa para responden yang rutin menekuni hobi, memiliki kadar stres yang lebih rendah.

Untuk itu, tidak ada kata terlambat untuk menekuni hobi. Ketika menekuni hobi, kamu tidak hanya melatih pola pikir tapi juga memicu tubuh dan otak untuk terus berkembang dan belajar hal baru.

Menekuni hobi juga tidak harus dilakukan setiap hari. Kamu bisa mencicilnya setiap weekend atau ketika jam kerja sedang senggang.