Pihak kampus juga mengakui kesalahan mahasiswanya dan berharap bahwa ke depannya hubungan universitas dan desa tetap terjalin."Kami menyadari ini benar kesalahan dari mahasiswa kami yang memang menjadi evaluasi," ujar Ridhwan."Ke depannya mahasiswa kita sebelum turun ke masyarakat perlu diberikan pemahaman yang benar tentang terutama bagaimana memahami adat istiadat yang berlaku di masyarakat setempat," imbuhnya.Ridhwan kemudian memberikan klarifikasi bahwa kepulangan mahasiswa bukan karena diusir oleh warga desa melainkan karena memang jadwalnya untuk selesai."Kpulangan mahasiswa ini bukan karena kejadian ini memang jadwal mereka sudah harus pulang," ungkap Ridhwan."Ada 15 orang satu desa, dimulai pada 22 Oktober, hari ini sudah penarikan," pungkasnya.
(*)