Laporan Wartawan Grid.ID, Novia Tri Astuti
Grid.ID - Kasus pemerkosaan yang dilakukan Herry Wirawan semakin menemui titik terang.
Sebelumnya, terdakwa Herry Wirawan diketahui telah melakukan kejahatan luar biasa.
Herry Wirawan telah memperkosa 13 santriwati di Bandung, Jawa Barat, sampai beberapa di antaranya hamil dan melahirkan.
Kendati begitu, Jaksa menuntut Herry Wirawan dengan tuntutan hukuman mati.
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (12/1/2022), tuntutan ini telah disampaikan jaksa dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (11/1/2022) kemarin.
Dalam persidangan tersebut, ini menjadi pertama kalinya Herry Wirawan berada di muka umum.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep N Mulyana yang menjadi jaksa penuntut umum, tampak membacakan tuntutannya pada Herry Wirawan.
"Menuntut terdakwa dengan hukuman mati," ucap Asep usai persidangan.
Menurut Asep, hukuman tersebut diberikan sesuai dengan perbuatan terdakwa yang telah memperkosa 13 santriwati hingga hamil dan melahirkan.
"Ini sebagai bukti, komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan pihak lain yang melakukan kejahatan," kata Asep.
Jaksa menilai, Herry Wirawan terbukti melanggar Pasal 81 ayat 1, ayat 3 dan ayat 5 jo Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan pertama.
Sementara itu, dikutip dari Tribunnews.com, Gubernur Ridwan Kamil dan Atalia Praratya diketahui telah memberi dukungan atas tuntutan tersebut.
Melalui Bunda Forum Anak Daerah Provinsi Jawa Barat, istri Ridwan Kamil mengatakan tuntutan tersebut sesuai dengan keinginan publik.
Ia mengatakan, tuntutan hukuman mati dan kebiri kimia terhadap Herry Wirawan adalah tuntutan yang tepat, mengingat apa yang sudah dilakukan terdakwa.
"Tuntutan hukuman yang berat dan adil," ujar istri Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, tersebut.
Selain menyetujui tuntutan, Atalia juga sangat mengapresiasi seluruh pihak yang menangani kasus.
Menurut Atalia, tuntutan tersebut sangat penting karena itulah yang paling memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarga korban.
"Dengan tuntutan dari pihak jaksa penuntut umum terhadap terdakwa diharapkan menjadi efek jera agar kasus serupa tak terulang lagi."
"Kita tetap perlu bersama mengawal proses persidangan sampai hakim menjatuhkan hukuman yang seadil-adilnya pada terdakwa," ujarnya.
Poin penting lainnya, Atalia berharap masyarakat percaya bahwa negara memang hadir untuk memberikan perlindungan terbaik kepada perempuan dan anak.
"Tuntutan ini sesuai ekspektasi," pungkas istri Ridwan Kamil.
(*)