"Syarat khusus seperti menimbulkan keresahan masyarakat, tidak melaksanakan kewajiban melapor selama tiga kali berturut-turut, tidak melaporkan perubahan alamat atau tempat tinggal kepada Bapas, maupun tidak mengikuti atau mematuhi program pembimbingan dari Bapas," lanjut Ricky.
Mantan Puteri Indonesia tahun 2001 itu pun telah menjalani lapor wajib ke Bapas untuk pertama kalinya pada hari Jumat (5/3/2022).
Ditemani kuasa hukum, Angelina tampak mengenakan setelan hoodie abu-abu, jeans, serta kerudung senada.
"Hari ini Ibu Angelina Sondakh melakukan pelaporan pertama sesuai dengan SK CMB (cuti menjelang bebas). Dia akan melaporkan diri selama 2 minggu sekali hingga tanggal 1 Juni 2022," ujar Ricky.
"Kemudian ada hal tertentu yang ibu Angelina Sondakh harus dipatuhi selama melaksanakan pembimbingan CMB."
"Dia harus mengikuti bimbingan maupun pengawasan oleh Bapas," ucap Ricky.
Melansir Tribun Seleb.com, bahwa awalnya Pengadilan TIPIKOR (Tindak Pidana Korupsi) memvonis Angelina Sondakh dengan kurungan penjara 4,5 tahun dan denda Rp 250 juta subsider 6 bulan.
Namun, karena kurang puas dengan vonis yang diberikan, Angelina Sondakh mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.
Alih-alih dikurangi, masa hukuman Angelina Sondakh justru ditambah 3 kali lipat yakni 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta dan kewajiban membayar uang pengganti senilai Rp 12,58 miliar dan 2,35 juta dollar AS atau sekitar Rp 27,4 miliar.
Wanita yang kerap disapa Angie itu mengajukan Peninjauan Kembali (PK) yang kemudian dikabulkan oleh Mahkamah Agung sehingga Angelina Sondakh divonis dengan 10 tahun kurungan penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.
(*)