"Berangkat dulu ngambil koper ke sini, pas turun dari mobil bawa koper dia enggak 'A Hendar bantuin', dia bawa sendiri, jalannya nunduk, enggak tengok kiri kanan."
Bahkan saat ia bertanya mengenai kepergian sang bos ke Swiss pun Eril tak menjawab.
"Terus dia enggak ngomong pas saya tanya A Eril mau pergi? 'Iya', pergi kemana A? dia enggak jawab, terus berapa lama perginya? dia enggak jawab."
"Dia beresin sendiri, terus dia bawa koper dari atas ke bawah sendiri, koper gede," ujarnya.
Selain lebih banyak diam, menurut Hendar sejak pagi hingga sore Eril hanya berdiam di kamar.
Padahal biasanya Eril sering sekadar memanggil dirinya.
"Sebelum berangkat kan di sini dulu, dari pagi sampai sore dia di atas terus, enggak pernah bercakap, biasanya suka (panggil) 'A Hendar'," kenangnya.
Saat diberi kabar tentang hilangnya Eril, Hendar pun mengaku sangat syok.
Bahkan ia sampai terduduk mengetahui majikan yang telah dikenalnya sejak usia 8 tahun itu terseret arus sungai.
"Saya di kasih tahu sama Pakuan hari Jumat jam 7 pagi 'A Hendar udah tahu belum kabar Aa, Aa hilang' hah hilang gimana, nyasar?"
"Dia pas mau ngomong lama 'Dia hilang di sungai, keseret (arus)'."