Find Us On Social Media :

Cacar Monyet Semakin Meluas di 30 Negara, WHO Ungkap Penularan Jenis Baru Melalui Hubungan Seksual, Berikut Data dan Penjelasannya!

By Novia, Minggu, 5 Juni 2022 | 08:52 WIB

ilustrasi cacar monyet

Laporan Wartawan Grid.ID, Novia

Grid.ID - Usai kasus Covid-19 yang semakin berkurang, kini virus zoonosis bak memunculkan keresahan baru.

Pasalnya virus zoonosis atau dikenal luas dengan cacar monyet atau monkeypox ini dikabarkan semakin menyebar secara luas.

Sampai saat ini, WHO mengatakan sudah ada 30 negara yang mengalami kasus serupa.

Selain itu, lebih dari 550 kasus cacar monyet telah diidentifikasi di setidaknya 30 negara per 1 Juni 2022.

Dikutip dari medicalnewstoday.com, Sabtu (4/6/2022), cacar monyet telah meresahkan warga global sejak awal Mei 2022.

Sebanyak 30 negara yang sudah terkontaminasi virus cacar monyet di antaranya termasuk Inggris, Spanyol, Portugal, Australia, dan Amerika Serikat.

Jumlah kasus di sana disebutkan terus meningkat menjadi lebih dari 550 di seluruh dunia pada 1 Juni 2022, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di Inggris sendiri, dikabarkan hampir 200 kasus cacar monyet dikonfirmasi sejak 7 Mei 2022.

Baca Juga: Biodef Selenggarakan Smart Mom Gathering: Edukasi Langkah Preventif Terkait Penyakit Hepatitis Misterius dan Cacar Monyet

Kemudian, beberapa kasus cacar monyet diketahui menular melalui cara baru.

Cara tersebut yakni diindikasikan dari hubungan seksual antar pria.

Namun, para ahli mengatakan penyakit ini bukan infeksi menular seksual, tetapi dapat menyebar melalui kontak langsung saat berhubungan seks.

Sebelumnya, penularan virus monkeypox di antara manusia cukup terbatas.

Diketahui, penularan cacar monyet dapat terjadi melalui kontak kulit yang dekat, tetesan udara, cairan tubuh, dan benda yang terkontaminasi virus.

Namun sebagian besar kasus cacar monyet baru-baru ini di Inggris dan Kanada, telah dilaporkan karena adanya layanan kesehatan seksual.

Salah satu klinik kesehatan menemukan penularan baru disebutkan terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria.

Mengenai tren ini, Dr. I. Socé Fall, direktur kedaruratan regional untuk Program Darurat Kesehatan WHO segera memberikan imbauan.

"Ini adalah informasi baru yang perlu kami selidiki dengan benar untuk memahami lebih baik dinamika transmisi lokal di Inggris dan beberapa negara lain," jelasnya.

Baca Juga: Nyesel Baru Tahu Sekarang, Modal Rebus Kunyit dan Jahe Lalu Minum Airnya Setiap Pagi, Tubuh Akan Kebal dari Berbagai Penyakit!

(*)