Find Us On Social Media :

Terlanjur Sah, Pengantin di Cianjur Ternyata Nikah Sesama Jenis, Orang Tua Ngamuk Gegara Dibohongi: Dia Manipulasi Jenis Kelamin

By Mardyaning Christ Cahyarani, Sabtu, 9 Desember 2023 | 14:50 WIB

Sehari menikah, mempelai pria diketahui adalah wanita

Laporan Wartawan Grid.ID, Mardyaning Christ Cahyarani

Grid.ID - Pernikahan tentu menjadi momen bahagia bagi setiap orang namun, kali ini justru membuat gempar jagad media sosial.

Dilansir dari Kompas.com, warga desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dihebohkan dengan pernikahan antar dua wanita.

Pernikahan sesama jenis ini berawal saat AH, seorang wanita yang mengaku sebagai pengantin pria, akan menikah dengan wanita berinisial I.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari camat Sukaresmi, Latip Ridwan menyatakan pernikahan sudah digelar pada 28 November 2023.

Pihaknya mengakui jika identitas AH yang merupakan seorang wanita dan baru diketahui setelah berlangsungnya pernikahan.

“Usai menikah, baru diketahui ternyata AH ini atau mempelai laki-lakinya ternyata seorang perempuan,” ungkap Latip.

Kabar ini kemudian menyebar dan membuat warga setempat heboh.

Untuk melakukan tindak lanjut, para jajaran forum komunikasi pimpinan kecamatan memanggil pihak-pihak terkait untuk melakukan koordinasi.

“Para pihak langsung kita panggil semuanya, sudah dimintai keterangan."

"Dia (AH) juga sudah mengakuinya, sudah berbohong dan memanipulasi status jenis kelamin,” jelasnya.

Baca Juga: Driver Ojol Geram Pukul Pemuda di Makassar yang Ajak Hubungan Sesama Jenis, Customer Sudah 4 Kali Lakukan Aksi Serupa!

Usai dilakukan pertemuan dan koordinasi bersama, I sebagai mempelai wanita memilih untuk tidak melanjutkan kasus ini.

Sementara itu dikutip dari laman Tribunnews.com, ayah dari I, Dayat mengaku sangat marah dan merasa dibohongi oleh anak dan menantunya.

"Sehari setelah menikahkan anak, saya langsung ke kantor desa, lalu ke kantor KUA kecamatan, tapi setelah dimintai identitas dan diketahui AH berjenis kelamin perempuan," tutur Dayat.

Sebelum kejadian ini terjadi, Kepala KUA Kecamatan Sukaresmi, Dadang Abdulah sudah menyatakan tidak menyetujui dan melarang pernikahan AH dan I digelar.

"Kita pihak desa sempat melarang karena yang bernama AH itu tidak menunjukan identitasnya, tidak jelas kebenarannya," katanya.

Namun sayangnya, pihak keluarga memaksakan untuk menggelar pernikahan dan akhirnya dilangsungkan pernikahan siri.

"Pihak keluarga tetap menikahkan kedua belah pihak secara nikah siri dengan disaksikan para ustadz setempat," ucapnya.

Baca Juga: Udah Girang Bakal Diewita Sama Driver Ojol, Pria Ini Malah Ditampol Pake Helm, Netizen: Kali Ini Mendukung Kekerasan!

(*)