"Sisa dari abon ikan yang belum sempat terjual dan dikonsumsi telah diambil oleh PKM Keruak dan selanjutnya akan dilakukan uji laboratorium di Mataram," kata Nikolas.
Hingga saat ini, 8 korban masih dirawat di Puskesmas Keruak.
Sementara 12 lainnya yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Patuh Karya, kini telah dipulangkan dan melakukan rawat jalan.
Saat kejadian, 20 siswa yang diduga mengalami keracunan massal sempat mengalami gejala mual hingga mata yang memerah.
"Korban mengalami mata merah, kulit gatal dan sakit perut," jelas Nikolas.
(*)