Find Us On Social Media :

Pameran Kota Baru Cerita Baru, Dorong Seniman Kreatif Manfaatkan Teknologi Digital

By Grid., Jumat, 13 September 2024 | 17:44 WIB

Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf RI, Kamis (12/9/2024)

Grid.ID – Sebagai kelanjutan dari program inkubasi bagi para ilustrator dalam mengadaptasi perkembangan teknologi digital NFT, blockchain, dan WEB3, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) menyelenggarakan pameran hasil lokakarya peserta Baparekraf Digital Innovation Lab (BEDIL) dan bekerjasama dengan Bentara Budaya.

Pameran digelar di Bentara Budaya Jakarta, 12-17 September 2024.

Kigiatan ini diharapkan semakin mendorong para seniman untuk mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan teknologi digital.

Pameran ini menampilkan 50 karya ilustrasi terpilih hasil rangkaian kelas ilustrasi dan pengenalan NFT (Non Fungible Token) yang telah digelar selama Juli - Agustus 2024 secara daring dan luring di Yogyakarta.

Kurasi ditangani oleh Beng Rahadian (ilustrator dan Dosen Institut Kesenian Jakarta) dan Wawan Abk (jurnalis harian Kompas dan kurator Bentara Budaya).

Mengangkat tajuk “Kotabaru, Cerita Baru”, pergelaran ini dibuka oleh Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf RI, Kamis (12/9/2024) sore.

Beng Rahadian, Kurator Pameran, menyampaikan pameran ini membagi dua jenis ilustrasi hasil inkubasi, yakni karya bebas dan karya hasil workshop sketsa urban di Bentara Budaya Yogyakarta.

Karya bebas adalah karya ekspresif yang memang ditujukan untuk pasar global NFT, yang tidak berbatas pada gaya, genre atau maksud karya.

Jenis karya kedua adalah karya hasil dari workshop di Yogya, khususnya kawasan Kotabaru, yang telah ditetapkan sebagai kawasan heritage karena faktor kesejarahannya.

“Di luar itu, mengangkat kawasan Kotabaru sebagai dasar dalam berkarya adalah strategi dalam kebudayaan untuk memasarkan Kotabaru di masa depan, di mana lanskap kota ditampilkan dalam bentuk yang casual, ia tidak hadir sebagai bentuk hard selling promosi kepariwisataan, namun lebur dalam seni-seni visual yang unik, hal ini dapat menjadikan Kotabaru sebagai spot yang sepertinya telah lazim menjadi obyek gambar, sehingga lambat laun akan menjadi ikonik dengan sendirinya,” ungkap Beng Rahadian.

Baca Juga: 3 Shio Pecinta Aromaterapi, Suka Ketenangan dan Keseimbangan Emosional 

Menurut Wawan Abk, karya-karya ilustrasi para peserta BEDIL dapat merekam Kotabaru (Nieuwe Wijk), Yogyakarta, secara unik.