Find Us On Social Media :

Duel Udara Menegangkan F-16 TNI AU Saat Mencegat F-18 US Navy di Langit Bawean

By Seto Ajinugroho, Selasa, 29 Mei 2018 | 01:00 WIB

F/A-18 US NAVY Vs F-16 TNI AU

Menjelang petang kedua F-16 sudah sampai di titik pencegatan.

Pilot kemudian melihat bahwa target mereka rupanya adalah F/A 18 Hornet milik US Navy.

Belum apa-apa dua Hornet itu lantas mengajak berduel (dogfight) F-16 TNI AU.

Akhirnya perang elektronika dimulai antar keduanya, saling jamming untuk mengacaukan sistem radar serta avionik pesawat.

Di sini keunggulan teknologi amat nyata, F-16 US Navy berhasil duluan me-lock on/mengunci posisi salah satu F-16 TNI AU dengan radar dan rudalnya.

BACA : Miris, Setelah Melahirkan Seorang Ibu di China Harus Bayar Rp 11 Juta Demi Bisa Lihat Bayinya, Ini yang Terjadi Selanjutnya

Untuk menghindari sergapan rudal lawan, F-16 lantas melakukan hard break yakni manuver menghindar dengan berbelok tajam 90 derajat ke arah kanan dan kiri serta melakukan gerakan zig-zag.

Bukan hanya F-16 TNI AU yang melakukan manuver tersebut namun F/A-18 juga melakukan hal yang sama, jaga-jaga jika rudal milik musuh menyasar mereka.

Keadaan menjadi semakin menegangkan, setiap pilot yang terlibat dogfight sudah ancang-ancang memencet trigger di kokpit mereka.

Melihat keadaan seperti ini salah satu F-16 kemudian menggoyangkan pesawat sebagai tanda tak mengancam dan misi pencegatan itu merupakan identifikasi visual.

Satu menit kemudian terjalin komunikasi antar keduanya, F/A-18 mengklaim mereka terbang di wilayah perairan internasional.

"We are F-18 Hornets from US Navy Fleet, our position on International Water, stay away from our warship" ujar pilot Hornet.

Pilot F-16 TNI AU kemudian menjelaskan bahwa Hornet sudah menganggu jalur penerbangan komersil dan tidak melapor ke ATC terdekat di Bali sehingga status mereka Blackflight.

Usai itu F/A 18 terbang menjauh pergi sedangkan dua F-16 TNI AU kembali ke pangkalan mereka di lanud Iswahjudi Madiun.

Setelah mendarat di pangkalan, TNI AU menerima laporan dari MCC Rai (ATC Bali) bahwa Hornet yang mereka cegat merupakan bagian dari armada kapal induk US Navy.(Seto Aji/Grid)