Find Us On Social Media :

Masih Marak Terjadi, Ternyata Ini Alasan Orang Tua Tega Menyakiti Anak Sendiri

By Ericha Fernanda, Kamis, 9 September 2021 | 19:45 WIB

Parapuan.co - Banyak orang tua yang berusaha dengan tekun untuk mengasuh anaknya agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, bahagia, dan bijaksana.

Namun, apa jadinya jika orang tua tega menyakiti anaknya sendiri demi perbuatan yang tidak masuk akal seperti melakukan kekerasan?

Baru-baru ini, diduga karena mempelajari ilmu hitam untuk pesugihan, ada orang tua tega mencungkil mata anaknya sendiri dibantu kakek, nenek, dan paman korban.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Diberlakukan, Ini 5 Cara Bantu Anak Mau Bersosialisasi Kembali

Peristiwa ini terjadi di kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Akibat perbuatan orang tuanya sendiri, kini korban (AP) dilarikan ke Rumah Sakit Syech Yusuf, Gowa, Sulawesi Selatan guna mendapatkan perawatan yang intensif.

Sebabnya, korban (AP) yang masih usia anak ini mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya bahkan matanya nyaris alami kebutaan.

Melihat dari peristiwa tersebut, mengapa orang tua tega menyakiti darah dagingnya sendiri ya, Kawan Puan?

Alasan Umum Orang Tua Tega Menyakiti Anak

Tidak ada jawaban sederhana yang akan membantu menjelaskan mengapa ada orang tua yang tega menyakiti, menganiaya, atau melecehkan anak-anak.

Faktor-faktor yang menyebabkan kekerasan terhadap anak sangat kompleks dan sering kali terkait dengan masalah lain.

Masalah-masalah ini mungkin jauh lebih sulit untuk dideteksi dan dipahami daripada penyalahgunaan itu sendiri.

Sebagaimana mengutip Healthline, berikut ini alasan umum mengapa orang tua melakukan kekerasan pada buah hatinya sendiri.

Memiliki Riwayat Kekerasan

Orang tua memiliki riwayat pelecehan atau penelantaran anak selama masa kanak-kanak mereka sendiri.

Penggunaan Zat

Orang tua memiliki gangguan penggunaan zat, mengonsumsi narkoba, dan zat adiktif lainnya.

Gangguan Kesehatan

Orang tua mengidap gangguan kesehatan fisik atau mental, seperti depresi, kecemasan, atau gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Baca Juga: 5 Tips Menjadi Orang Tua Tiri yang Menyenangkan dan Saling Terhubung

Hubungan yang Buruk

Hubungan orang tua dan anak yang buruk termasuk tidak saling terbuka, menelantarkan, merundung, atau tidak saling menerima keadaan masing-masing.

Tekanan Sosial dan Ekonomi

Orang tua memiliki tekanan sosial dan ekonomi termasuk masalah keuangan, pengangguran, atau masalah medis tertentu.

Tidak Paham tentang Pengasuhan

Kurangnya pemahaman tentang perkembangan dasar masa kanak-kanak, akibatnya orang tua tidak bijaksana dalam pengasuhan.

Misalnya, mengharapkan anak mampu melakukan tugas-tugas yang belum mampu mereka kerjakan di usia mereka.

Keterampilan Mengasuh Minim

Kurangnya keterampilan mengasuh anak guna membantu mengatasi tekanan dan perjuangan membesarkan anak.

Kurang Dukungan

Orang tua kurang didukung dalam pengasuhan oleh anggota keluarga, teman, tetangga, atau masyarakat di lingkungannya.

Merawat Anak Difabel

Merawat anak dengan keterbatasan intelektual atau fisik yang membuat pengasuhan yang memadai lebih menantang.

Baca Juga: 5 Cara Membangun Komunikasi dan Ikatan yang Kuat dengan Anak Tiri

Masalah Keluarga

Stres atau krisis keluarga yang disebabkan oleh kekerasan dalam rumah tangga, gejolak hubungan, perpisahan, atau perceraian.

Masalah Kesehatan Mental Pribadi

Masalah kesehatan mental pribadi, termasuk kepercayaan diri yang rendah dan perasaan tidak kompeten atau malu.

Jadi, ada beberapa alasan umum mengapa orang tua tega menyakiti anaknya sendiri ya, Kawan Puan.

(*)