Grid.ID- Kabar tentang Ani Yudhoyono yang divonis kanker darah di usia 66 tahun sangat aktif seketika mengejutkan publik.
Untaian doa terus mengalir untuk kesembuhan istri mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono.
Seperti yang diketahui Ani Yudhoyono sedang menjalani perawatan intensif di National University Hospital Singapura karena menderita kanker darah.
Baca Juga : Idap Kanker Darah, Terungkap Gaya Hidup Ani Yudhoyono Sebelum Divonis Penyakit Tersebut
Mengenal Kanker Darah
Kanker sendiri berawal dari pertumbuhan sel-sel dalam tubuh yang tak terkendali.
Kanker darah merupakan jenis kanker yang menyerang produksi dan fungsi sel darah normal dalam tubuh.
Hampir semua kasus kanker darah bermula dari sumsum tulang, tempat di mana darah diproduksi.
Ada 3 jenis kanker darah yang paling umum.
Apa saja dan bagaimana gejalanya? Dalam dunia medis, kanker darah disebut juga sebagai kanker hematologi.
Jenis kanker darah yang paling umum adalah leukimia, limfoma, dan myeloma.
Baca Juga : Fenomena Langka, Hujan Ikan Mata Buta di Tanah Honduras Setiap Tahun
Masing-masing jenis kanker ini nyatanya menyerang bagian darah yang berbeda, sehingga mungkin memunculkan gejala yang berbeda, dan membutuhkan pengobatan yang juga mungkin berbeda.
1. Leukimia Leukimia adalah jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang sehingga tidak lagi mampu untuk memproduksi cukup sel darah putih leukosit untuk melawan infeksi.
Di saat bersamaan, sel kanker leukimia juga merusak dan menghancurkan leukosit yang sudah ada dalam tubuh.
Itu kenapa ketika seseorang mengalami leukemia, tubuhnya akan lebih rentan kena infeksi dan peradangan yang sangat sulit sembuhnya.
Kanker leukimia kemudian dibedakan lagi menjadi dua jenis berdasarkan seberapa cepat perkembangannya serta jenis sel darah putih yang diserang, yaitu akut dan kronis.
Leukemia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit diobati.
Gejala leukimia juga termasuk cukup sulit untuk dideteksi karena jenis kanker darah ini tidak memunculkan ciri yang khas.
Namun, pada umumnya waspadai tanda-tanda ini:
Baca Juga : Terungkap, 1 dari 10 Wanita Ternyata Idap Kelainan Gangguan Seksual!
2. Myeloma Myeloma atau multiple myeloma adalah jenis kanker darah yang terbentuk dari sel plasma ganas.
Sel plasma menghasilkan antibodi yang membantu tubuh menyerang dan membunuh kuman.
Sel plasma normal ditemukan di dalam sumsum tulang dan merupakan bagian sistem imun yang penting.
Selain sel plasma, sumsum tulang juga memproduksi sel-sel khusus yang membangun jenis sel darah lainnya.
Beberapa gejala kanker darah myeloma yang khas, di antaranya:
Baca Juga : Dibuang Orangtuanya Karena Terlahir Sumbing, Anak ini Justru Tumbuh dengan Cantik
3. Limfoma Jenis kanker darah limfoma secara spesifik menyerang limfosit.
Limfosit adalah sel darah putih di sistem kekebalan tubuh yang khusus memerangi infeksi, dan ini termasuk kelenjar getah bening, limpa, timus, serta sumsum tulang.
Fungsi limfosit yang tidak normal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh.
Kanker darah limfoma dibagi lagi menjadi dua kategori utama, yaitu:
limfoma non-Hodgkins dan limfoma Hodgkins.
Namun, gejala kanker limfoma yang umum adalah:
Baca Juga : Kisah Kehidupan Kembar Siam Abby dan Brittany yang Harus Berbagi dalam Satu Tubuh
Namun, risiko untuk mengidapnya dapat meningkat pada pria berusia 60 tahun atau lebih yang kelebihan berat badan dan/atau punya daya tahan tubuh lemah karena penyakit seperti rematik, lupus, HIV/AIDS, atau hepatitis C.
Risiko seseorang juga dapat meningkat jika ada riwayat kanker yang sama dalam silsilah keluarganya. Apakah pengobatannya juga beda? Ya.
Baca Juga : 7 Artis Indonesia yang Meninggal Diusia Muda dengan Cara Tragis, Nike Ardilla Hingga Pangeran Dangdut
Setiap jenis kanker darah mungkin membutuhkan terapi dan lama durasi pengobatan yang berbeda.
Umumnya dokter dapat menentukan jenis pengobatan kanker leukimia yang paling tepat setelah mengamati riwayat kesehatan serta melakukan pemeriksaan fisik dasar untuk memastikan jenis kanker mana yang diidap.
Pilihan pengobatan kanker darah terdiri dari kemoterapi, terapi biologis untuk penguatan sistem imun, terapi target, terapi radiasi, transplantasi sel induk, transplantasi sumsum tulang, dan resep obat kortikosteroid seperti prednisone atau dexamethasone.
Tergantung juga dari seberapa luas penyebaran sel kankernya, pasien mungkin membutuhkan kombinasi dari beberapa pilihan pengobatan tersebut.
Jika kamu curiga mengalami gejala-gejala kanker darah, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat.
Ingat, semakin cepat mendeteksi dan mengobati kanker maka peluang sembuh totalnya juga semakin tinggi. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul, “Mengenal 3 Jenis Kanker Darah: Leukimia, Limfoma, dan Myeloma”
Profil Agnes Jennifer, Selebgram dan TikTokers Tajir Melintir yang Bongkar Perselingkuhan
Source | : | Kompas.com,grid |
Penulis | : | Ngesti Sekar Dewi |
Editor | : | Ngesti Sekar Dewi |