Laporan Wartawan Grid.ID, Arif Budhi Suryanto
Grid.ID - Perbuatan bengis pasangan suami istri (pasutri) Wahyu Puji Winarno (30) dan Sari Wahyu Ningsih (21) dalam menghabisi nyawa Ely Maridah ternyata dilakukan di depan anaknya yang masih bocah.
Hal ini diketahui dari proses rekonstruksi kasus yang digelar Polres Jombang pada Rabu (12/02/2020).
Dalam rekonstruksi yang dilakukan bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini, kedua tersangka memperagakan 36 adegan yang dilakukan di rumah korban dan di Mapolres Jombang.
"Rekonstruksi hari ini, tersangka memeragakan 36 adegan. Tapi tidak semuanya dilakukan di rumah korban yang menjadi TKP pembunuhan," jelas Kapolres Jombang AKBP Bobby P Tambunan, seperti yang dilansir Grid.ID dari Kompas.com.
Namun, saat menjalankan rekonstruksi, anak dari pasutri ini digantikan dengan boneka.
Baca Juga: Terkait Kasus Kematian Sang Anak, Karen Pooroe Minta Arya Satria Claproth Ungkap yang Sejujurnya
Habisi Korban dengan Balok Kavling
Eli Marinda ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Jombang pada Sabtu (21/12/2019).
Korban yang sehari-hari berprofesi sebagai salah satu guru di SMPN 1 Perak ini pertama kali ditemukan keluarga dalam posisi telentang di kamar mandi rumahnya.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tewas dengan luka di kepala dan dada akibat dari serangan bengis pelaku Wahyu dan Sari.
Korban yang disebutkan memiliki banyak kamar kos-kosan itu mengundang niat jahat kedua pelaku.
Dengan modus mencari kamar kos, kedua pelaku awalnya mengajak korban bertemu di rumahnya untuk membahas kesepakatan harga.
Sayangnya, pada pertemuan kedua, Sabtu (21/12/2019) siang itu, kedua pelaku bukannya membayarkan harga sewa kamar kos tapi justru menghabisi nyawa korban.
Pelaku Wahyu yang sudah mengendap-endap masuk melalui pintu belakang langsung mencekik leher korban Eli saat perhatiannya terfokus kepada pembicaraan bersama pelaku Sari.
Korban Eli yang sempat memberontak langsung ditusuk pelaku Wahyu menggunakan pisau dapur yang dibawanya.
Tak hanya itu, korban juga dihantam menggunakan balok kavling hingga benar-benar tewas.
Setelah itu, barulah kedua pelaku membawa lari harta benda korban berupa dompet berisi uang, serta telepon seluler milik korban.
“Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, kami menangkap keduanya. Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti,” kata Boby menunjukkan barang bukti berupa paving balok, pisau dapur, ponsel, serta motor yang digunakan tersangka.
(*)
3 Bulan Nunggak SPP, Siswa SD Duduk di Lantai Jadi Tontonan Teman Sekelas, Pagi sampai Siang Tak Boleh Duduk di Bangku
Source | : | kompas,Surabaya.tribunnews.com |
Penulis | : | Arif Budhi Suryanto |
Editor | : | Irene Cynthia Hadi |