Laporan Wartawan Grid.ID, Hananda Praditasari
Grid.ID - Sungguh miris, pertengkaran pasangan suami istri di Kecamatan Palibelo, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), berakhir tragis.
Hal ini berawal saat wanita berinisial H (30) tengah cek cok dengan suaminya, JL pada Kamis (24/06/2021).
H tewas di tangan sang suami dengan luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.
Diketahui, pertengkaran H dan JL ini terjadi saat sang anak berinisial J berada di rumah bibi yang tak jauh dari lokasi kejadian.
"Ya benar. Korban dan pelaku merupakan pasangan suami istri. Sebelum kejadian, pelaku dan korban terlibat cekcok mulut. Karena tidak bisa menahan emosinya, pelaku langsung menganiaya korban hingga meninggal dunia," kata Kasat Reskrim Polres Bima Iptu Adhar seperti dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Senin (28/06/2021).
Menurut penyidik, masyarakat sekitar langsung mendatangi kediaman H saat J menjerit histeris.
Korban yang terkapar tak berdaya pun lantas dirujuk ke RSUD Bima lantaran mengalami patah tulang pada bagian leher dan punggung.
Namun sayang, di tengah perjalanan nyawa H justru tidak bisa diselamatkan.
"Korban kemudian dirujuk ke RSUD Bima. Namun, nyawanya tidak berhasil tertolong," kata Adhar.
Sebelum meninggal dunia, H sempat memberikan pesan terakhir kepada anaknya.
"Saya tidak kuat lagi, anakku. Kamu dan adikmu hidup saja dengan bapakmu'. Itulah pesan terakhir korban kepada anaknya, J," imbuh Adhar.
Atas perbuatannya, JL diamankan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya.
Kejadian adu mulut berujuang maut ini juga terjadi Desa Mangkung, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (25/6/2021).
Melansir dari Tribunnews.com, pertengkaran antara dua pria tersebut terjadi hanya karena masalah rumput.
Saat kejadian, keduanya sama-sama mencari rumput untuk ternak mereka masing-masing.
Akibat insiden itu, Amaq Muhalim (55) tewas, sementara Amaq Tari (30) selamat dengan luka tebas.
(*)
Arti Mimpi Mandi Tengah Malam, Simbol Pembersihan atau Ada Tanda Tersembunyi Lain?
Source | : | Kompas.com,Tribunnews.com |
Penulis | : | Hananda Praditasari |
Editor | : | Hananda Praditasari |