Laporan Wartawan Grid.ID, Hana Futari
Grid.ID - Haji Faisal, ayah Fuji ikut terkena imbas dengan kondisi Pasar Tanah Abang yang sepi pengunjung.
Menurut Haji Faisal, sepinya Pasar Tanah Abang sudah terjadi sejak pandemi Covid-19 hingga saat ini.
"Otomatis kena imbas," kata Haji Faisal di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2023).
"Ya pasar tanah Abang sekarang memang lagi sepi sebenarnya sepi sejak Covid," ujar ayah dari Fuji ini.
Terlebih, Haji Faisal yang memiliki toko kain, menjual barang dagangannya secara kredit ke pedagang pakaian jadi di Tanah Abang
"Sistem kami di sini di Tanah Abang orang - orang grosir kain menjual kepada orang yang punya kios di dalam jual baju jadi, sistemnya kredit, sebagian," terangnya.
"Kami jual dengan tenggat waktu umpamanya 1,5 bulan atau 1 bulan baru pembayaran dari orang-orang yang jadi langganan kita," lanjutnya.
Namun, sayangnya toko-toko pakaian yang mengambil kain dari Haji Faisal itu sebagian besar gulung tikar.
"Ya katakanlah sebagian saya sih dari 100 persen yang saya kasih, 60 persen tutup," lanjutnya.
Kondisi seperti itu berpengaruh pada Haji Faisal dimana toko yang mengambil kain secara kredit kepadanya kesulitan membayar.
"Duit saya ada pada orang. Saya duit sama orang di luar banyak sekali," lanjutnya.
"Kalau dia masih bisa bertahan, kita masih ada harapan bulan besok dia mau bayar kalau sudah gulung tikar, nah ini berisiko sama kita," tutup Haji Faisal.
Seperti diberitakan sebelumnya, pedagang Pasar Tanah Abang mengeluhkan kondisi tempat berjualannya saat ini.
Pasar Tanah Abang yang terkenal ramai dengan pembeli, kini dikabarkan sepi sejak pandemi Covid-19.
(*)
Penulis | : | Hana Futari |
Editor | : | Nesiana |