Grid.ID - Menjaga kebugaran tubuh selama bulan Ramadan 2025 menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Kekhawatiran akan kelelahan dan dehidrasi kerap membuat sebagian orang enggan berolahraga.
Namun, jika dilakukan pada waktu yang tepat dengan intensitas yang sesuai, olahraga tetap bisa menjadi aktivitas yang bermanfaat selama bulan puasa.
Lantas, kapan waktu yang dianjurkan untuk berolahraga, dan jenis olahraga apa yang cocok?
Menurut dr. Michael Triangto, Sp.KO, spesialis kedokteran olahraga, olahraga tetap bisa dilakukan selama berpuasa dengan memilih waktu yang tepat.
Mengutip Kompas.com, berolahraga setelah sahur hingga selesai waktu salat subuh dapat menjadi pilihan yang baik.
Pada waktu ini, tubuh masih memiliki energi yang cukup dari makanan sahur.
Jenis olahraga yang disarankan adalah olahraga ringan seperti jalan santai dan bersepeda.
Jika dilakukan menjelang berbuka puasa, tubuh sudah mulai lemas karena tidak mendapatkan asupan energi seharian.
Oleh karena itu, olahraga yang disarankan adalah kombinasi antara aerobic dengan latihan beban ringan, seperti push-up atau sit-up.
Intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Baca Juga: Mengapa Kita Harus Hindari Ngomong Anjir dan Berpikir Kotor Saat Puasa Ramadan 2025?
Lalu apabila Anda ingin berolahraga setelah berbuka puasa, tubuh telah kembali mendapatkan asupan energi yang cukup untuk melakukan olahraga dengan intensitas yang lebih tinggi.
Olahraga kardio dapat menjadi pilihan, seperti lari atau olahraga yang meningkatkan denyut jantung di atas 150 per menit.
Namun, pastikan untuk melakukan pemanasan dan pendinginan agar tubuh tidak mengalami cedera.
Durasi dan Intensitas Olahraga
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan durasi olahraga sebanyak 150 menit per minggu.
Dr. Michael menyarankan dua pilihan dalam membagi durasi tersebut.
Jika berolahraga 5 hari dalam seminggu, maka durasi olahraga yang disarankan adalah 30 menit per sesi.
Jika berolahraga 3 hari dalam seminggu, maka durasi yang disarankan adalah 50 menit per sesi.
Jenis Olahraga yang Sebaiknya Dihindari Saat Puasa
Meskipun olahraga tetap bisa dilakukan saat berpuasa, ada beberapa jenis latihan yang sebaiknya dihindari karena berpotensi menyebabkan kelelahan, dehidrasi, atau bahkan membahayakan kesehatan.
Mengutip Tribun Medan, berikut adalah beberapa olahraga yang sebaiknya dihindari:
Angkat Beban
Melakukan latihan angkat beban saat berpuasa bisa membuat tubuh cepat lemas dan tidak efektif dalam membentuk otot karena minimnya asupan energi.
Berenang
Meskipun berenang bisa menjadi pilihan olahraga ringan, risiko tertelan air secara tidak sengaja dapat membatalkan puasa.
Baca Juga: Apakah Berkumur Saat Wudhu Bisa Membatalkan Puasa Ramadan 2025?
Sprint (Lari Cepat)
Olahraga ini memiliki intensitas tinggi dan bisa menyebabkan dehidrasi serta kelelahan otot yang berlebihan.
Jumping Jack
Latihan ini menggunakan seluruh anggota tubuh dan dapat menyebabkan cedera jika tidak dilakukan dengan benar, terutama saat tubuh sedang lemah karena berpuasa.
Panjat Tebing
Olahraga ini menguras banyak energi, sehingga tidak disarankan dilakukan saat berpuasa karena bisa menyebabkan tubuh cepat lelah dan rentan cedera.
Dengan menjaga pola olahraga yang tepat, tubuh tetap bugar dan ibadah puasa Ramadan 2025 dapat dijalankan dengan optimal.
(*)
Profil Agnes Jennifer, Selebgram dan TikTokers Tajir Melintir yang Bongkar Perselingkuhan
Source | : | Kompas.com,Tribun Medan |
Penulis | : | Mia Della Vita |
Editor | : | Ayu Wulansari K |