Grid.ID – Selain bersilaturahmi pada keluarga, masyarakat Islam di Indonesia memiliki tradisi untuk berziarah ke makam kerabat dan leluhur di momen Idulfitri. Berziarah ke makam orang-orang terdekat di momen spesial, tentu memiliki makna yang sangat dalam, baik dari sisi agama, maupun emosional.
Sebenarnya, berziarah ke makam tak perlu menunggu momen Idulfitri, sebaliknya, hal ini bisa kapanpun dilakukan. Namun, berkunjung ke makam orang terdekat, apalagi orangtua di momen Lebaran, sungguh memberikan makna lebih.
Mendoakan yang Telah Tiada
Ziarah kubur di hari Lebaran adalah bentuk penghormatan dan doa untuk keluarga atau kerabat yang telah meninggal. Ini juga menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara.
Mempererat Silaturahmi
Selain bertemu keluarga yang masih hidup, berziarah juga bisa menjadi momen untuk berkumpul dengan saudara-saudara lainnya yang datang ke makam bersama.
Mengajarkan Rasa Syukur dan Refleksi Diri
Mengingat kematian membuat seseorang lebih sadar akan pentingnya berbuat baik, meminta maaf, dan memperbaiki diri.
Tradisi yang Mengakar di Masyarakat
Dalam banyak budaya, ziarah kubur saat Lebaran sudah menjadi tradisi turun-temurun. Ini menunjukkan bagaimana ajaran agama dan nilai-nilai sosial berjalan beriringan. Ziarah di hari Lebaran bukan sekadar formalitas, tapi juga momen untuk mengenang, mendoakan, dan mengambil pelajaran dari kehidupan.
Baca Juga: Jelang 10 Tahun Kepergian Olga Syahputra, Ini Artis yang Sering Ziarah ke Makam
Source | : | tribunnews,chat gpt |
Penulis | : | Okki Margaretha |
Editor | : | Okki Margaretha |