Laporan Wartawan Grid.ID, Andika Thaselia Prahastiwi
Grid.ID - Sudah siap dengan peristiwa langit nan langka yang akan terjadi dalam waktu dekat ini?
Dalam hitungan hari ke depan, masyarakat yang tinggal di Australia, Afrika, Eropa, dan Selandia Baru akan disuguhi pemandangan fenomena alam unik berupa gerhana Bulan.
Gerhana Bulan berjenis blood moon ini terbilang unik karena disebut-sebut sebagai gerhana Bulan terlama dalam abad ini.
Baca : Kisah Kakek Tukang Tambal Berangkat Haji, Tak Patah Arang Mengumpulkan Uang
Mengutip Kompas.com, istilah 'blood moon' adalah fenomena ketika Bulan berubah warna menjadi kemerahan, seolah-olah berdarah.
Peristiwa ini terjadi ketika terdapat sedikit cahaya yang dipantulkan oleh Bumi saat bayangan Bumi menutup akses cahaya Matahari ke Bulan.
Cahaya tersebut kemudian berinteraksi dengan partikel seperti debu di atmosfer Bumi sehingga memantulkan warna tertentu di Bulan.
Baca : Najwa Shihab Curiga Temukan Parfum Perempuan dalam Sel Setya Novanto di Lapas Sukamiskin
Lalu kapan gerhana Bulan ini akan terjadi?
Mengutip dari Tribun Bali, astronom Bruce McClure mengungkapkan bahwa peristiwa gerhana bulan tersebut akan terjadi di akhir bulan Juli 2018 ini.
Tepatnya pada tanggal 27-28 Juli 2018.
Detik-detik Lolly Ketemu Nikita Mirzani usai Perang Dingin, Saling Pelukan dan Elus Punggung
Source | : | Kompas.com,Tribun Travel,tribun bali |
Penulis | : | Andika Thaselia |
Editor | : | Andika Thaselia |