Asap putih cukup tebal terlihat di kubah lava baru sisi tenggara. Kubah lava baru yang terbentuk sejak pertengahan Agustus 2018 itu telah menutupi kubah lava 2010.
Sepanjang puncak gunung terbebas dari awan dan kabut, tidak terlihat guguran atau gejala aktivitas vulkanik lain.
Warga Dusun Balerante tetap beraktivitas seperti biasa. Para pencari rumput tampak sudah mendaki perbukitan di lereng gunung.
“Semalam hujan deras dan angin cukup kencang. Tidak terasa dan terdengar apa-apa dari arah puncak,” kata Waluyo, warga Balerante yang berangkat merumput ke lereng.
Terkait aktivitas Merapi yang saat ini masih berstatus Waspada (level II), BPPTKG Yogyakarta merekomendasikan jarak aman adalah radius 3 kilometer dari puncak.
Baca Juga : Waspada! Berikut Aktivitas Gunung Merapi di Akhir November 2018
Kegiatan pendakian untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
Laporan pengamatan visual dari empat pos di Ngepos, Babadan, Jrakah, dan Selo, puncak Merapi terlihat jelas dari semua arah pada Selasa pagi.
Guguran dan luncuran lava pijar cukup besar dan panjang tercatat terjadi 4 Januari 2019 pukul 21.01.
Amplitudo guguran yang terekam seismograf mencapai 70 milimeter dengan durasi 150 detik.
Panjang luncuran mencapai sekitar 1,2 kilometer. Sejauh ini tercatat luncuran terpanjang sejak Agustus 2018.
Baca Juga : Kubah Lava Baru di Gunung Merapi Tandai Erupsi Efusif, Berikut Maknanya Bagi Masyarakat
Gilang Dirga Ikut Sedih Lihat Shin Tae-yong Didepak PSSI, sang Presenter Kirim Ucapan Terima Kasih Ini
Source | : | Tribunjogja.com |
Penulis | : | None |
Editor | : | Hastin Munawaroh |