Awal tahun ini, Pereira kembali menemukan bug berupa Remoge Command Execution di non-production environments Google App Engine.
Google lalu ngajak Pereira untuk diskusi tentang celah tersebut dan bagaimana ia menemukannya.
Pereira ini emang geek pemograman.
Baca Juga : Jangan Pergi ke Rumah Sakit Setelah Jam 3 Sore Bisa Berbahaya, ini Alasannya!
Dia sudah bermain coding sejak usia 11 tahun, setelah diberi komputer pertamanya setahun sebelumnya.
Ia juga belajar pemograman secara otodidak, lho.
Ia beberapa kali ikut kontes koding, salah satunya adalah yang membuatnya bisa keliling di markas Google di California, AS.
Pereira berharap semua uang yang ia dapat bisa membantu biaya pendidikannya dan mengejar cita-cita untuk meraih gelar master di bidang keamanan komputer.
Nggak ada rencana lain yang ia pikirkan selain pendidikan dan membantu keuangan keluarganya.
Baca Juga : Mengenang 107 Tahun Tenggelamnya Titanic, ini 12 Hidangan Mewah yang Tersaji di Atas Kapal Naas Tersebut
Untuk saat ini, Pereira hanya mengirim laporan bug ke program bug bounty Google saja.
Namun, beberapa perusahaan teknologi dan video game menawarkan kesempatan yang sama untuk Pereira agar membantu mereka menemukan bug.
Google berharap, dengan pemberian hadiah ini, bisa memacu "ethical hacker" alias hacker putih seperti Pereira untuk melaporkan bug di program mereka, ketimbang menjualnya ke pihak yang berwenang. Pereira ingin mengajak serta teman-temannya dalam perburuan bug.
"Mereka tertarik tapi mereka merasa enggak terlalu paham," ujar Pereira, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Digital Trend, Senin (28/5/2018).
Namun, ia terus mendorong teman-temannya untuk terus mencoba. "Semua orang bisa mempelajarinya," imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Temukan Kelemahan Google, Remaja Dapat Hadiah Rp 500 Juta"
Astagfirullah, Cuma Gara-gara Kuah, Pegawai di Rumah Makan Padang Ini Babak Belur Dikeroyok Pengunjung!
Source | : | Kompas.com |
Penulis | : | None |
Editor | : | Ngesti Sekar Dewi |