Laporan Wartawan Grid.ID, Dewi Lusmawati
Grid.ID – Saat kita bepergian menggunakan pesawat, biasanya kita akan mendengar pengumuman untuk mematikan ponsel sebelum take off.
Hal yang terkesan sederhana ini siapa sangka dapat menyebabkan pesawat delay hingga 8 jam.
Dilansir Grid.ID dari The Star, dua orang penumpang pria terlibat dalam perdebatan sengit yang menyebabkan penundaan penerbangan sekitar 8 jam pada Jumat (21/12/2017) di Singapura.
Mereka berdua lalu mendapat peringatan dari polisi.
(BACA: Pertalite Oplosan Beredar di Indramayu, Polda Jabar Temukan 4,8 Ton BBM Home Industry)
Pria yang masing-masing berusia 47 dan 55 tahun itu mendapat peringatan setelah pihak maskapai berkonsultasi dengan Attorney General Chambers.
Petugas dipanggil untuk menangani perselisihan yang meningkat di antara tiga penumpang melalui telepon pada hari Jumat yang lalu.
Istri dari pria berusia 55 tahun itu juga terlibat dalam perselesihan.
Awalnya, penerbangan maskapai Jetstar dijadwalkan berangkat dari Singapura pada pukul 11.20 dan tiba di Darwin, Australia pada pukul 5.20 pagi hari Sabtu.
(BACA: Raline Shah Ngomong Seputar Pernikahan, Tanda-tanda Mau Nikah Bukan Yah?)
Namun karena insiden tersebut, sebagai gantinya, pesawat berangkat jam 7.15 pagi hari Sabtu.
Perselisihan tersebut muncul saat pengumuman di dalam pesawat menyarankan agar penumpang mematikan ponsel mereka.
Pria yang berusia 55 tahun, yang diyakini orang Filipina-Australia, mengatakan kepada tetangganya, pria Australia berusia 47 tahun, bahwa ia harus mematikan teleponnya.
Pria berusia 55 dan 47 tahun itu lalu terlibat dalam perselisihan.
Bahkan istri pria yang berusia 55 tahun, juga terlibat dalam perdebatan sengit.
Polisi dipanggil saat pertengkaran tersebut meningkat.
Juru bicara maskapai Jetstar Robin Goh mengatakan: "Keamanan penerbangan dan keamanan pelanggan dan awak pesawat merupakan prioritas utama kami dan kami tidak akan mentolerir perilaku mengganggu penumpang pada penerbangan kami".
Kelompok maskapai penerbangan Qantas dan Jetstar sebelumnya melarang pelanggan terbang karena gangguan besar yang disebabkan oleh perilaku yang sukar dikendalikan. (*)
Bak Toko Emas Berjalan, Syahrini Tenteng Tas Hermes Emas Seharga Nyaris Rp 1 Miliar: Duitnya Ga Berseri