"Aku ingin menyelamatkan saudaraku. Saya ingin pergi ke sekolah bersama," ujar Yan.
Ia juga mengaku tak ingin meminta sumbangan dari orang lain.
Yan Yihang ingin memperoleh uang untuk biaya berobat adiknya bukan dari hasil meminta-minta, melainkan dari hasil jerih payahnya sendiri.
Setiap hari Yan berjualan di dekat sekolahnya tanpa mengeluh sedikit pun.
Adik laki-lakinya, Yan Ce (7), menderita penyakit darah langka pada tahun 2015 dan membutuhkan banyak perawatan untuk menyelamatkan jiwanya.
Sementara itu, keluraga Yan bukan berasal dari keluarga berada, ayahnya bekerja sebagai buruh di Kota lain dan tak cukup untuk membiayai pengobatan adiknya.
Yan Ce menderita anemia aplestik di mana sumsum tulang belakang tidak bisa menghasilkan sel darah merah yang cukup.
Dalam beberapa kasus, anemia aplastik dapat berkembang menjadi leukimia, dan dapat mengakibatkan gagal jantung.
Adiknya bahkan memerlukan pendonor sumsum tulang belakang yang cocok untuk bisa bertahan hidup.
Ayah mereka saat itu berniat untuk mendonorkan sumsum tulang belakangnya, namun sayang hal itu tak bisa dilakukan karena hasil pemeriksaan medisnya tidak cocok dengan sang anak.
Yan Yihang pun kemudian mencoba meminta dokter untuk memeriksanya dan ternyata sumsumnya cocok dengan adiknya.
Tanpa ragu-ragu ia pun memberanikan diri menawarkan diri sebagai pendonor demi kesembuhan adiknya.
(*)
Hari Ini, Hotman Paris akan Jalani Pemeriksaan atas Laporan PN Jakut Terhadap Razman
Source | : | Daily Mail.co.uk |
Penulis | : | Siti Maesaroh |
Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |