Dirinya terbukti memperkosa 9 anak yang masih berusia sekitar 6-7 tahun pada tahun 2018 lalu.
Aris diketahui kerap melakukan perbuatan keji itu setiap pulang kerja dan telah dilakukan sejak 2015 lalu.
Karena perbuatannya, dirinya juga dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Sunarta menjelaskan bahwa hukuman kebiri itu akan dilakukan sebelum Aris bebas dari penjara.
"Jadi sebelum dia bebas, dia harus sudah menjalani hukuman kebiri kimia," ujarnya.
Sedangkan, dikutip Grid.ID dari Tribunnews.com pada Kamis (13/1/2022), namun Aris sempat menolak hukuman kebiri kimia yang dijatuhkan kepadanya.
Dirinya mengaku tak mau merasakan efek kebiri kimia yang berlangsung seumur hidupnya.
"Saya keberatan dengan hukuman suntik kebiri. Saya menolak karena efek kebiri berlaku sampai seumur hidup," ujarnya.
Bahkan, dibandingkan dengan hukuman kebiri kimia, Aris lebih memiih untuk dihukum mati untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
"Mending saya dihukum dua puluh tahun penjara atau dihukum mati. Setimpal dengan perbuatan saya," lanjutnya.
"Tetap saya tolak. Saya tidak mau. Kalau disuruh tanda tangan saya tidak mau tanda tangan," kata dia.
Kendati begitu, keputusan hukuman kebiri kimia yang dijatuhkan pada Aris sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap.
(*)
Jadi Istri Sabar dan Penurut di Film, Amanda Manopo Sempat Terbawa Karakter: Aku Jadi Pendiam
Source | : | Kompas.com,tribunnews |
Penulis | : | Mahdiyah |
Editor | : | Deshinta N |