"Mungkin kalau di basket gak ada degradasi, cuman tetap dua-duanya kita tetap investasi pada sumber daya manusianya, pada atlet, coach," beber Raffi.
Mengurus ratusan orang dalam satu payung klub membuat Raffi cukup kelimpungan selama beberapa tahun belakangan ini.
"Ya dan memang gak gampang ngurus satu atau dua orang," katanya.
"Tapi urusin kalau di bola 50 orang, apalagi sama fans pemain ke 12.
Ya saya jadi masih banyak belajar, intinya gak akan menyerah," lanjut Raffi.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul, Raffi Ahmad Akui Tak Mudah Menjadi Pemilik Klub Sepakbola, Sempat 'Berdarah-darah' di Liga 1
Ramai Tagar Kabur Aja Dulu, 5 Artis Ini Pilih Tinggal di Luar Negeri, Rela Jadi Tukang Las hingga Perawat Lansia