"Kejadian berawal saat pelapor (NM) sebagai orang tua korban mendapatkan foto korban.
Sedang hamil dari salah satu saksi dan korban aborsi sebanyak 2 kali atas saran terlapor," beber Ade Ary.
Mengetahui hal itu, Nikita langsung melaporkan hal itu ke polisi.
"Korban ini anak ya, usianya di bawah 18.
Sehingga pelapor merasa dirugikan dan selanjutnya dilaporkan," imbuh Ade Ary.
Dalam laporannya, Nikita merujuk ke arah adanya tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur.
Serta aborsi secara ilegal yang dilakukan korban.
"Adanya dugaan tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur.
Dan atau aborsi yang tidak sesuai ketentuan yang diduga dilakukan oleh terlapor, VAB, terhadap korban," tandas Ade Ary.
(*)
5 Ide Hadiah Valentine 2025 untuk Penyuka Petualangan, si Paling Hobi Jalan-jalan