Setelah perceraian tersebut, Denada berjuang sendiri untuk menghidupi dan merawat putrinya yang sedang sakit.
Denada sempat dikabarkan dekat dengan penyanyi Ihsan Tarore.
Hubungan mereka bahkan menghasilkan album duet bertajuk Romantic Journey, di mana Ihsan sempat memberikan cincin saat peluncuran album tersebut.
Namun sayangnya, hubungan mereka berakhir tanpa mencapai jenjang pernikahan.
Karier musik Denada dimulai pada tahun 1990-an sebagai seorang penyanyi rap.
Pada tahun 1994, ia merilis album debut bertajuk Kujelang Hari (Sambutlah) yang sukses besar, hingga membawanya meraih penghargaan International Viewer's Choice Award di MTV Asia tahun 1995.
Kemudian, ia meluncurkan album kedua pada tahun 1997 berjudul Ini Album Gue.
Meski kariernya sedang menanjak, Denada memutuskan untuk fokus pada pendidikan dan melanjutkan kuliah di Australia.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia kembali ke dunia musik dengan mencoba genre dangdut.
Di genre ini, Denada merilis empat album berturut-turut, yakni Matahari, Mae, ST, dan One Stop Dangdut, yang cukup sukses di pasar musik Indonesia.
Bahkan, ia meraih penghargaan Anugerah Musik Indonesia pada tahun 2005.
Baca Juga: Denada Sempat Hubungi Emilia Contessa Sebelum Wafat, Habis Telpon Dilarikan ke Rumah Sakit
Selain musik, Denada juga mencoba peruntungan di dunia seni peran.
Ia membintangi sejumlah sinetron seperti Hari Hari Mau, Zumirah ke Hollywood, Nyari Bini, Rahasia Ilahi, dan Cahaya Surga.
Di layar lebar, Denada tampil di film Kau dan Aku Cinta Indonesia (2014) dan Habis Gelap Menuju Terang (2015).
Denada terus menunjukkan bakatnya di berbagai bidang seni, menjadikannya salah satu artis multitalenta di Indonesia.
(*)
Source | : | Kompas.com,Posbelitung.co |
Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |