Dan mayoritas penyintas memiliki luka bakar yang menutupi sebagian besar tubuh mereka.
Para penyintas Hiroshima
Kasus yang dialami para penyintas wanita itu menarik perhatian seorang pendeta, Kiyoshi Tanimoto yang juga berhasil selamat dari tragedi paling buruk dalam sejarah Jepang tersebut.
Secara perlahan ia mulai menggalang dana dan mencoba memberikan perlindungan serta jaminan masa depan bagi para penyintas wanita Hiroshima.
Wanita-wanita itu mendapatkan operasi wajah dan rekonstruksi bagian tubuh yang rusak parah, semacam mengembalikan fungsi tangan dan jari-jari mereka.
Proses penggalangan dana bagi para penyintas itu memakan waktu nyaris dua tahun lamanya.
Tahun 1953, Tanimoto meminta jurnalis dan editor Amerika Norman Cousins membantu para penyintas melalui sebuah proyek tali kasih bernama 'Hiroshima Maidens'.
Sejarah Panjang Sindrom Asperger, Dosa Seumur Hidup Nazi, dan Dunia Medis yang Gempar
Mereka mencari donasi dari berbagai organisasi nonprofit dan masyarakat umum serta menjangkau banyak RS mencari layanan gratis.
Kala itu, diperkirakan sekitar 30.000 orang turut berpartisipasi mendanai perjalanan para penyintas tragedi Hiroshima ke Amerika Serikat.
Sebab di Jepang, operasi plastik belum semapan sekarang.
Baru Mualaf, Bobon Santoso Akui Kesiangan dan Kehilangan Momentum Jalankan Salat Ied Pertamanya
Source | : | allthatisinteresting.com |
Penulis | : | Aditya Prasanda |
Editor | : | Aditya Prasanda |