Dalam ekosistem Shiba Inu, ada tiga token utama. Pertama, Shiba Inu (SHIB) alias token utama yang berfungsi sebagai alat transaksi dalam komunitas.
Pada awal peluncuran, terdapat 1 kuadriliun token yang disediakan. Setengah dari jumlah tersebut dikunci di Uniswap untuk menjaga likuiditas.
Lalu, setengah sisanya dikirimkan kepada Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, untuk disimpan dengan aman.
Namun, Buterin kemudian mendonasikan sebagian besar token ini ke dana bantuan Covid-19 di India, serta memusnahkan sebagian besar pasokan token tersebut.
Kedua, Leash (LEASH). Ini adalah token eksklusif dengan jumlah terbatas yang hanya tersedia 107.646 token.
Ketiga, Bone (BONE). Token ini memungkinkan komunitas SHIBArmy untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan proyek, dengan total suplai sebanyak 250.000.000 token.
Selain itu, ekosistem Shiba Inu juga mencakup ShibaSwap, sebuah platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memungkinkan pengguna menukar dan mendapatkan keuntungan dari aset digital mereka.
Proyek ini juga sedang mengembangkan Shibarium, sebuah solusi berbasis Ethereum untuk mempercepat transaksi dan mengurangi biaya gas.
Baca Juga: Profil Ari Bias, Pencipta Lagu yang Gugat Royalti ke Agnez Mo hingga Menang Rp 1,5 Miliar!
Pergerakan harga Shiba Inu
Berdasarkan data dari PINTU, harga Shiba Inu (SHIB) saat ini adalah Rp 0,32235738, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir mencapai 403.434.305 dollar AS.
Dalam sehari, harga SHIB mengalami kenaikan signifikan, yaitu 40,60 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Profil Nadin Amizah, Penyanyi yang Viral Usai Ngaku Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat, Ini Alasannya!
Penulis | : | Yasmin FE |
Editor | : | Sheila Respati |